Rabu, 29 Maret 2017

world-economy  World Economy

Pemulihan Ekonomi Thailand Diramalkan Berjalan Lambat

Rabu, 10 September 2014 11:47 WIB
Dibaca 572

Monexnews - Dari 11 negara penting di Asia Tenggara, Thailand menjadi negara dengan iklim bisnis dan penanaman modal terburuk di tahun 2014. Di tengah kisruh kekuasaan yang berlangsung lama, pertumbuhan investasi di negara ini semakin lesu saja. 

Menurut data yang dirilis badan koordinasi penanaman modal Thailand, jumlah investasi sepanjang 8 bulan pertama 2014 anjlok 27.7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan penurunan dalam hal jumlah pengajuan investasi lebih parah lagi yakni mencapai 38.2%.

Fakta tersebut mencerminkan buruknya penilaian pemodal asing terhadap iklim bisnis di Thailand. Menurut Krystal Tan, Ekonom Capital Economics yang bermarkas di Singapura, trend pemulihan ekonomi dan bisnis di negeri gajah putih akan berjalan lambat. "Roda produksi masih stagnan dan belum ada tanda-tanda munculnya resolusi politik untuk jangka panjang. Minim sekali alasan bagi investor swasta untuk menanamkan modalnya," ujar Tan.

Sektor-sektor ekonomi riil yang selama ini menjadi mesin pencetak uang bagi onvestor asing dan lokal, seperti otomotif , juga tidak lagi mampu menghasilkan performa baik sepanjang tahun ini. Thailand bahkan diramalkan harus merelakan statusnya sebagai pangsa pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara kepada Indonesia. Kecilnya angka penjualan kendaraan bermotor dalam beberapa bulan terakhir menjadi landasan proyeksi tersebut.

Angka penjualan Indonesia akan mencapai sekitar 1.2 juta unit di tahun 2014 atau lebih tinggi dibandingkan estimasi penjualan kendaraan di Thailand yang mentok di 1 juta unit. Sementara menurut data Bloomberg, angka penjualan kendaraan di Indonesia naik 6.6% di semester pertama 2014, sementara di Thailand jumlah penjualannya justru minus 40%.

Angka penjualan di Thailand terus menurun karena negara itu dilanda konflik politik yang berujung pada kudeta tanggal 22 Mei lalu. Kondisi yang tidak menentu telah membuat perekonomian nasional jatuh ke dalam jurang resesi. Sebaliknya, pangsa pasar otomotif di Indonesia bertambah luas sejalan dengan kenaikan tingkat kepercayaan konsumennya ke level tertinggi dalam 20 bulan terakhir.

Meski upah rata-rata di Indonesia masih rendah, rasio pertumbuhannya 12% lebih cepat dibandingkan Thailand jika dihitung sejak tahun 2008. Dari kacamata ekonomi, pertumbuhan produk domestik brutonya juga lebih bagus di paruh pertama 2014 yakni sebesar 5.17% dibandingkan pertumbuhan ekonomi Thailand yang hanya 0.1%. Sementara dari sisi produksi otomotif, Thailand juga kalah dari Indonesia sepanjang periode yang sama. Pembuatan kendaraan di negeri gajah putih anjlok 29%, sedangkan produksi Indonesia naik 15%.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar