Rabu, 13 Desember 2017

world-economy  World Economy

Pemulihan Inggris Membagi Para Alumni Bank Sentral Atas Suku Bunga

Jumat, 8 Agustus 2014 0:45 WIB
Dibaca 470

Monexnews -

Pemulihan ekonomi Inggris telah membagi para mantan pembuat kebijakan Bank of England atas kapan waktunya Mark Carney sebagai gubernur bank sentral naikan suku bunga untuk pertama kalinya.

Di saat Monetary Policy Committee mempertahankan suku bunga acuan di rekor terendah pada hari Kamis, spekulasi di antara para analis berada di ambang perpecahan semakin meningkat. Debat semakin memuncak, seperti Andrew Sentence yang menegaskan bahwa panel harus mulai sudah naikan biaya pinjaman, sementara itu Sushil Wadhwani mengatakan bahwa mereka harus menunggu seiring ekonomi akan menggunakan kapasitas cadangannya.

“Kita seharusnya telah naikan suku bunga untuk pertama kalinya pada saat ini,” kata Sentence, yang duduk di tingkat panel sampai tahun 2011 dalam sebuah wawancara kemarin. “Bahaya semakin berada di belakang kurva. Anda perlu untuk naikan suku bunga lebih tajam dari apa yang MPC anggap ideal, dan berikan kejutan yang besar ke perekonomian.”

Setelah ekspansi selama enam kuartal, para pejabat menyeimbangkan kebutuhan untuk menjauh dari penetapan kebijakan darurat terhadap inflasi yang saat ini berada di bawah target dan pertumbuhan upah terlemah pada catatannya. Di tengah anggota MPC yang terbagi atas bagaimana menafsirkan data ekonomi terbaru, Carney akan berikan pandangan yang lebih luas kepada pemikiran mereka pada pekan depan ketika dia mempublikasikan perkiraan ekonomi terbaru dari BOE.

Untuk Wadhwani, yang meninggalkan MPC di tahun 2002, mengataakan bahwa ketidakpastian tentang bagaimana untuk mengungkap sinyal yang bertentangan dari data berarti sembilan panel saat ini tidak seharunsnya terburu-buru untuk bertindak apapun.

“Mereka di bayar untuk menunggu dan setidaknya melihat beberapa tanda-tanda nyata sepertu di tunjukkannya kenaikan upah,” kata dia. “Jika anda naikan suku bunga secara prematur dan membatalkan pemulihan, biaya yang terkait dengan itu, setelah cukup lama membangun pemulihan ekonomi, adalah lebih besar daripada biaya untuk menunggu sedikit lebih lama.”

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar