Minggu, 23 Juli 2017

world-economy  World Economy

Pemulihan Spanyol dan Italia Terkendala Isu Politik

Selasa, 5 Februari 2013 10:44 WIB
Dibaca 868

Monexnews - Alih-alih menghasilkan kabar baik terkait krisis hutang dan perbankan, negara Italia dan Spanyol justru dilanda skandal yang berimbas pada penurunan kepercayaan publik Eropa.

Risiko politik kembali membayangi Italia dan Spanyol di awal tahun ini. Pihak Roma dikejutkan oleh skandal perbankan sementara pemerintah Madrid harus meredam berita kasus korupsi sesegera mungkin. Indeks saham dan nilai obligasi kedua negara langsung anjlok kemarin. Nilai tukar Euro juga ikut melemah terhadap Dollar akibat turunnya kepercayaan investor global.

Skandal perbankan di Italia menghambat optimisme warga jelang pemilihan umum tiga pekan ke depan. Di saat yang sama, kursi perdana menteri Spanyol Mariano Rajoy digoyang oleh berita negatif soal penyelewengan wewenang. Alhasil indeks FTSEMIB Italia dan IBEX-35 Spanyol mencatat penurunan terparah dibandingkan indeks saham lain Eropa, dengan rasio koreksi masing-masing 3,3% dan 2,4%. Bunga obligasi acuan 10-tahun keduanya juga langsung melonjak, disusul oleh koreksi kurs EUR/USD ke level $1.3571. Padahal satu pekan sebelumnya Euro mampu menguat ke level tertinggi dalam sati tahun terakhir di $1.37.

Jika melihat kondisi zona Euro saat ini, maka bisa disimpulkan bahwa tingkat kepercayaan publik turun tajam jika dibandingkan tahun lalu. Kombinasi antara aksi agresif bank sentral dan komitmen negara bermasalah untuk menghemat anggaran belanja sukses menumuhkan optimisme pelaku pasar keuangan. Pemangkasan anggaran besar-besaran yang dilakukan oleh Italia, Spanyol, Yunani, Portugal dan beberapa negara lain memang berimbas pada resesi serta lonjakan angka pengangguran. Namun di sisi lain, masyarakat dunia bisa melihat bahwa setiap pemerintah serius untuk menyelesaikan masalah keuangannya masing-masing.

"Skandal Spanyol dan periode pemilihan umum Italia akan menjadi cermin sejauh mana pemulihan ekonomi Eropa berlangsung," ujar tim ekonom Nomura Securities dalam laporannya. Perdana menteri Mariano Rajoy beserta anggota partainya dituduh menerima suap dari pihak ke-tiga yang konon memiliki agenda politik sendiri. Rajoy sudah membantah keras tuduhan itu, namun pihak media sudah terlebih dahulu melakukan justifikasi. Ia menyatakan siap membeberkan rincian kekayaan pribadi dan pembayaran pajak dalam situs perdana menteri.

Sedangkan di Italia, mantan perdana menteri Silvio Berlusconi sedang diuntungkan oleh indikasi keterlibatan rival politiknya dalam skandal perbankan Monte dei Paschi. Berlusconi mencoba memenangkan hati pemilih dengan mengumumkan kebijakan pajak populis yang berlawanan dengan kebijakan pajak saat ini. Hal tersebut ia lakukan untuk memukul dua kompetitor beratnya yaitu Pierluigi Bersani dan Mario Monti, sang teknokrat yang sukses me-reformasi Italia pasca krisis hutang.

"Pasar sudah mempelajari segala hal tentang pemilu Italia, namun kabar korupsi perdana menteri Spanyol dan partainya bisa membuat program fiskal negara itu terbengkalai," urai Ishaq Siddiqi, Strategis ETX Capital. Dalam polling terbaru, Rajoy tertinggal dibandingkan tokoh politik pesaingnya. Jika nantinya ia tidak terpilih kembali, maka masa depan kebijakan efisiensi Spanyol akan dipertaruhkan. Apabila pemimpin yang baru nantinya tidak pro-reformasi, optimisme pasar terhadap pemulihan negara ini dipastikan memudar.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar