Rabu, 26 Juli 2017

world-economy  World Economy

Pemulihan Zona-Euro Terancam Kuatnya Euro

Selasa, 15 Juli 2014 9:01 WIB
Dibaca 405

Monexnews - Presiden ECB Mario Draghi mengatakan nilai tukar euro yang kuat dapat menjadi resiko bagi keberlanjutan pemulihan ekonomi zona-euro. Draghi menegaskan bahwa nilai tukar bukanlah target kebijakan moneter namun merupakan salah satu faktor yang menentukan inflasi di zona-euro. "Penguatan ringan euro sejak pertengahan 2012 telah mempengaruhi stabilitas harga. Nilai tukar yang menguat dapat menjadi resiko bagi keberlanjutan pemulihan," ujar Draghi ketika memberikan pernyataan di depan parlemen Eropa pada Selasa pagi.

ECB kini tengah dalam tekanan Perancis untuk melemahkan nilai tukar euro seiring penguatan euro melukai ekspor negara anggota zona-euro. Pimpinan Airbus, Fabrice Bregie, serukan ECB untuk mengambil tindakan mendevaluasi euro demi membantu eksportir.

Draghi juga masih membuka kemungkinan penjalanan kebijakan Quantitative Easing (QE) jika diperlukan. "Dewan moneter ECB sepakat untuk menggunakan kebijakan non-konvensional jika diperlukan untuk mengatasi resiko yang timbul dari inflasi rendah yang terlalu lama. QE adalah salah satu instrumen kebijakan moneter yang dapat dipakai. QE masih sesuai dengan mandat ECB," tutur Draghi. (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar