Rabu, 22 Februari 2017

world-economy  World Economy

Penasihat Khusus Abe Desak Ada Revisi UU BOJ Untuk Naikan Perkiraan Inflasi

Selasa, 15 Oktober 2013 12:44 WIB
Dibaca 355

Monexnews -

Jepang harus merevisi undang-undang bank sentral untuk membuat bank sentral bertanggung jawab pada penciptaan lapangan kerja dan akhiri deflasi, kata Etsuro Honda, seorang penasihat ekonomi kepada Perdana Menteri Shinzo Abe.

“Kebijakan moneter telah berdampak besar ketika itu dapat menciptakan harapan,” kata Honda dalam wawancaranya pekan lalu di kantor Perdana Menteri di Tokyo.” Untuk memastikan harapan itu terbentuk, tujuan dari BOJ perlu di dokumentasikan secara hukum.”

Abe mengatakan bahwa tahun ini undang-undang dapat di revisi jika bank sentral gagal untuk “mengambil tanggung jawab dan membuahkan hasil,” sementara itu Deputi gubernur Kikuo Iwata juga  telah menganjurkan perubahan. Komentar Honda menunjukkan bahwa pendekatan yang lebih agresif mungkin diperlukan untuk memastikan berakhirnya deflasi yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade.

Honda mengatakan bahwa undang-undang perlu di rubah untuk membuat bank sentral bertanggung jawab pada penciptaan lapangan kerja, disamping tanggung jawab saat ini dalam menjaga stabilitas harga, mirip dengan dua mandat pada Federal Reserve. Gubernur dan para eksekutif lainnya juga harus membuat penjelasan tindakan mereka dibawah hukum, kata Honda, sementara ini mereka tidak diharuskan melakukan hal tersebut sekarang.

Honda merupakan seorang mantan birokrat departemen keuangan yang telah di kenal Abe selama 30 tahun, yang mana dia keliling negeri pada tahun lalu untuk berpidato tentang manfaat  dari  reflation (inflasi dari mata uang setelah deflasi) dan itu membuat Abe menjadikan dia sebagai penasihat khususnya.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar