Minggu, 23 Juli 2017

world-economy  World Economy

Pengadilan Australia Gelar Class Action Nasabah versus Bank

Senin, 2 Desember 2013 14:39 WIB
Dibaca 982

Monexnews - Dunia perbankan Australia dikejutkan oleh munculnya gugatan terbesar dalam sejarah industri keuangan negara itu. Sebanyak 43.500 nasabah resmi mengajukan class action kepada 8 perusahaan bank atas tingginya biaya pungutan kredit. Sidang perdana digelar hari ini dan menghadirkan tergugat ANZ Bank sebagai pesakitan pertama. 

Class action pertama resmi resmi digelar di pengadilan Melbourne pada hari Senin ini (02/12). Kantor kuasa hukum Maurice Blackburn, yang mewakili pihak nasabah, mengklaim kliennya telah ditipu oleh banyaknya pungutan transaksi dan denda yang diberlakukan oleh ANZ. 

Pihak nasabah mengklaim pungutan atas layanan nasabah ANZ sangat berlebihan. Kombinasi antara fee kartu kredit dan denda akibat pembayaran telat atau overlimit yang berkisar antara A$25 dan A$35 dianggap keterlaluan. Segala macam kebijakan penalti atas kelalaian nasabah juga cenderung merugikan, dan sayangnya tidak dibarengi oleh perbaikan kualitas layanan.

"Misalkan saja anda terlambat membayar tagihan bank dalam satu hari saja, maka bank tersebut akan mendenda dalam jumlah yang tidak masuk akal," ujar Andrew Watson dari Maurice Blackburn. "Sekarang adalah waktunya bagi nasabah untuk bicara di pengadilan!", tambah Watson kepada media.

ANZ merupakan bank terbesar ke-tiga di Australia sekaligus menjadi bank peminjam pertama dari 8 bank yang harus menjalani proses serupa. Kongkalikong antar bank dalam hal pungutan denda dan biaya dilaporkan memakan korban 185.000 nasabah sehingga mereka meminta uang pembayaran dendanya kembali.  Pihak nasabah meminta kompensasi kerugian senilai total lebih dari A$240 juta atau setara Rp2.43 triliun dari bank-bank yang terlibat. 

Dalam beberapa pengaduan, pungutan bank atas kelalaian nasabah bahkan bisa mencapai A$60 per orang. "Fakta bahwa bank telah menurunkan biaya pungutan memang bagus tetapi beberapa komponen biata masih terlalu tinggi," tambah Watson. Penyelenggaraan sidang hari ini merupakan buah dari restu pengadilan tinggi pada bulan September lalu, yang mempersilakan nasabah untuk mengajukan class action atas kasus pungutan kartu kredit. Dana class action ditanggung oleh Bentham IMF (Australia), lembaga litigasi, yang mengauk siap memfasilitasi gugatan konsumen terbesar dalam hal jumlah penggugat.

"Kami telah mendaftarkan class action melawan delapan bank. Apabila dalam sidang pertama melawan ANZ sukses, maka hal ini bisa menjadi cambuk keberhasilan sidang-sidang berikutnya," tegas Watson. Dari sekian banyak nama bank yang dibawa ke pengadilam, ANZ menjadi bank dengan jumlah nasabah penggugat terbanyak. Adapun bangk-bank lainnya adalah BankSA, Bankwest, Citibank, Commonwealth Bank of Australia, National Australia Bank, St George and Westpac.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar