Jumat, 24 Maret 2017

world-economy  World Economy

'Pengakuan Dosa' IMF Menuai Kecaman di Yunani

Jumat, 7 Juni 2013 11:54 WIB
Dibaca 947

Monexnews - Pengakuan International Monetary Fund (IMF) tentang proses penanganan krisis hutang Yunani menuai kecaman dari berbagai pihak. Demonstrasi massa mengular di jalanan kota Athena sebagai respon atas keteledoran yang dilakukan oleh Uni Eropa dan sekutunya.

Banyak warga kecewa dengan pengakuan IMF tentang keterlambatan respon dalam penyelesaian krisis hutang Yunani. Mulai dari pejabat hingga golongan miskin menilai error tersebut telah berdampak pada kesejahteraan masyarakat. "Terima kasih IMF karena telah memberitahu kami, tapi tiada kata maaf dari warga Yunani," ujar Apostolos Trikalinos, seorang pemulung berusia 59 tahun yang diwawancarai oleh CNBC. Menurutnya, IMF dan Uni Eropa tidak memberikan mereka apa-apa namun merasa berhak mengatur pilihan kebijakan yang diambil oleh pemerintah. "Bagaimana cara mereka untuk mengembalikan nyawa para korban (pemangkasan anggaran) yang mati bunuh diri karena kemiskinan?" tambah Trikalinos dengan penuh kebencian.

Ekspresi kekecewaan juga diperlihatkan oleh kepala pemerintahan, yang dipaksa mengambil kebijakan pahit berupa efisiensi kejam berskala nasional dalam dua tahun terakhir. "Kami menjadi korban dari kekeliruan mereka selama bertahun-tahun," ujarnya kepada reporter saat mengunjungi Finlandia kemarin. Media juga tidak kalah mengkritisi IMF dengan membuat tajuk bernada kecaman sesaat setelah realita itu terungkap. "IMF akhirnya mengakui kejahatan mereka," demikian bunyi headline surat kabar Avgi di halaman depan.

Sejak menjalani efisiensi nasional, jumlah pengangguran di Yunani melonjak nyaris 27% dan tren bunuh diri makin menjadi. Efek pengangguran terburuk menerpa kamu muda dengan rasio warga tanpa pekerjaan mencapai 60% dari total usia produktif di negeri dewa dewi.

Seperti diketahui, International Monetary Fund dalam publikasinya hari Rabu mengakui bahwa terdapat salah perhitungan dalam proses pemberian dana talangan (bailout) Yunani. Dalam sebuah studi internal, IMF mengklaim pihaknya dan Uni Eropa salah dalam menangani mekanisme bailout pertama senilai 110 miliar Euro karena asumsi pertumbuhan mereka terlalu optimis dan restrukturisasi hutang agak telat dilakukan.

Poin utama dari studi IMF menyatakan bahwa terdapat kekeliruan dalam langkah pemaksaan bagi investor untuk menerima kerugian dari surat hutang beracun Yunani tahun 2011 silam atau 'haircuts'. Pemaksaan kerugian seharusnya bisa dilakukan lebih dini jika otoritas mau mengakui bahwa program awal tidak berjalan lancar. Dengan begitu, maka porsi pemangkasan anggaran Yunani tidak sebesar sekarang karena jumlah pinjaman mereka kepada pihak Eropa tidak akan menggelembung. Hasil studi kian memperkuat opini akan adanya pertentangan di IMF, baik secara internal maupun dengan Uni Eropa. Beberapa pejabat IMF dan pemerintah Eropa (khususnya Jerman) sudah sejak lama mengajukan wacana 'haircuts' bagi surat hutang Yunani, namun ide itu mendapat perlawanan dari beberapa pejabat penting lainnya, yang meyakini Yunani bisa diselamatkan.

Dana moneter dan Uni Eropa menutup mata dalam menyikapi kondisi Yunani. Proyeksi pertumbuhan mereka terhadap negara tersebut tidak realistis karena situasi fiskal Athena terlanjur memburuk. IMF memang sudah berargumen ke publik bahwa pihak otoritas telah menyepelekan dampak berantai dari pemangkasan anggaran terhadap perekonomian negara itu. Namun sesungguhnya otoritas justru menghadapi masalah yang lebih besar di sana, karena peta administrasi pemerintahan Yunani jauh lebih buruk ketimbang apa yang terlihat dari luar.

Tidak lama sesudah menyadari bahwa bailout pertama tidak bekerja sesuai harapan, IMF dan Uni Eropa kembali mengucurkan dana talangan ke-dua senilai 172 miliar Euro pada bulan Februari 2012. Jumlah itu termasuk dalam total biaya restrukturisasi hutang swasta sebesar 200 miliar Euro. Krisis Yunani merupakan peristiwa kebangkrutan terbesar dalam sejarah dan memberikan pelajaran berarti kepada pemangku kebijakan Eropa. Pejabat tinggi zona Euro sampai sekarang masih trauma dengan pil pahit Yunani dan berjanji tidak akan melakukan 'haircuts' lainnya di masa depan.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar