Minggu, 17 Desember 2017

world-economy  World Economy

Pengamat: BI Rate Perlu Kembali Dinaikkan

Senin, 26 Agustus 2013 14:42 WIB
Dibaca 580

Monexnews - Ekonom meminta Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuannya (BI rate), karena posisi saat ini yang sebesar 6,5 persen dinilai sudah tidak memadai dalam menghadapi inflasi secara year on year yang mencapai 8,61 persen. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gajah Mada (UGM) Tony Prasentiantono di Jakarta, Senin (26/8).

Ia menambahkan, dengan posisi BI rate saat ini, nasabah cenderung menarik dananya dan ditukar ke dalam bentuk dolar Amerika Serikat (AS). Jika hal tersebut dibiarkan, maka depresiasi nilai tukar rupiah akan terus berlanjut, dan berpotensi menimbulkan imported inflation."Kalau itu terjadi maka inflasi bisa naik lagi ke 9 persen, atau bahkan 10 persen, tak terkendali. Jadi BI rate sudah tak realistis lagi untuk dipertahankan dan harus naik," ungkapnya.

Senada dengan Tony, Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Telisa Aulia Falianty juga sependapat bahwa kenaikan BI rate dalam kondisi saat ini memang perlu dilakukan. Namun, kenaikan tersebut diharapkan tidak terlalu besar, maksimal 50 basis point atau menjadi 7 persen. "Jadi naikkan, misalnya sampai ke tujuh persen saja dulu, sambil melihat tren kelanjutannya seperti apa," terangnya.

Jika kenaikan suku bunga acuan terlalu tinggi, lanjutnya, pihaknya mengkhawatirkan terjadinya trade off ke pertumbuhan ekonomi yang sudah melambat. Selain itu kenaikan BI Rate juga harus disertai dengan pendalaman pasar valuta asing dan tidak hanya bergantung pada kenaikan BI rate. "Masuknya arus modal asing ke dalam negeri setelah ada kenaikan BI rate belum bisa dipastikan kalau naiknya kecil., tapi minimal bisa mempertahankan modal yang sudah ada agar tidak reverse. Justru PMA (Penanaman Modal Asing) dan FDI (Foreign Direct Investment) yang perlu lebih diharapkan masuk untuk stabilitas arus modal kita," pungkasnya.(ans)

Sumber: Rilis Resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.depkeu.go.id


*disadur tanpa perubahan



(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar