Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

Pengamat: Draghi Hanya Omong Kosong

Jumat, 3 Mei 2013 12:11 WIB
Dibaca 479

Monexnews - Mario Draghi sudah berulangkali mengutarakan komitmennya untuk membantu perekonomian Eropa. Namun banyak pengamat menilai ucapan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) itu sia-sia karena tidak disertai aksi nyata. Penurunan suku bunga hanya dianggap sebagai aksi simbolis untuk memuaskan harapan pelaku pasar. 

Gemma Godfrey dari Brooks Macdonald Asset Management mengatakan komentar Draghi bukanlah obat yang bisa langsung menyembuhkan kondisi Eropa. Otoritas belum melakukan apa-apa untuk memperbaiki aktivitas bisnis kawasan. "Berbeda dengan Amerika, ECB tidak menjalankan perannya di Eropa," ujar Godfrey kepada NCBC. Ia membandingkan sikap ECB dengan Federal Reserve Bank dalam beberapa bulan terakhir, di mana Bank Sentral Amerika bergerak jauh lebih agresif dan cepat dalam upaya percepatan ekonomi nasional. Selain pemberlakuan suku bunga rendah, Ben S, Bernanke dan kolega konsisten membuat formula moneter baru berupa pembelian obligasi secara bertahap. 

ECB sendiri baru saja menurunkan suku bunga menjadi 0.5% kemarin untuk menciptakan iklim kredit murah di zona Euro. Namun kebijakan itu dianggap tidak cukup untuk menggenjot roda ekonomi yang terlanjur mandek. "Di Eropa, kondisinya terus memburuk sehingga pemangkasan suku bunga hanya akan memiliki efek terbatas," demikian pendapat Godfrey. Langkah ECB akan menjadi sia-sia karena fasilitas kredit murah di pasar tidak akan mampu diserap oleh rumah tangga dan perusahaan, yang saat ini sedang terjerat oleh hutang. Jangankan untuk meminjam dana, untuk membayar beban-beban lain saja belum tentu mereka mampu. "Itulah yang seharusnya dicari jalan keluar oleh Draghi dan bukan hanya terus berbicara," papar Godfrey.

Adapun beberapa indikator yang bisa menggambarkan buruknya kondisi kawasan antara lain kenaikan jumlah pengangguran di beberapa negara. Di Spanyol misalnya, nyaris separuh warga usia produktif tidak memiliki mata pencaharian karena banyak perusahaan gulung tikar. "Ekonomi Eropa sangat rapuh sehingga Jerman sekarang sudah terkena imbasnya. Kalau tidak bisa disebut buruk, maka layak disebut 'stagnasi' dan 'resesi'. Sejauh ini negara-negara pesakitan masih kesulitan menyelesaikan masalah hutangnya," tutup Godfrey. Ia berharap Mario Draghi bisa menemukan resolusi baru untuk menuntaskan masalah Eropa. 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar