Kamis, 19 Januari 2017

breaking-news Klaim pengangguran AS turun menjadi 234K di pekan lalu vs 249K, estimasi pada 252K

world-economy World Economy

Pengurangan Subsidi BBM Bisa Berlaku Lebih Cepat

Selasa, 26 Agustus 2014 11:43 WIB
Dibaca 607

Monexnews - Kebijakan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) kemungkinan akan terjadi lebih cepat dibandingkan perkiraan pelaku ekonomi di Indonesia. Faktor politik menjadi kunci dari timing keluarnya kebijakan yang tidak populer tersebut.

Menurut bank investasi Credit Suisse, waktu untuk pengurangan subsidi BBM sangat terkait dengan peta politik di tanah air. Sejak Joko Widodo dipastikan menjabat presiden untuk periode 2014-2019 oleh Mahkamah Konstitusi, kemungkinan timing pemangkasan subsidi hanya dua yakni sebelum bulan Oktober atau setelah pemerintahan baru bekerja.

"Pengurangan subsidi bukanlah kebijakan populer, jadi bisa saja ini terjadi sebelum ia menjabat presiden," ulas Credit Suisse. Partai Demokrat yang sedang menguasai kabinet sudah terang-terangan mengutarakan keengganannya untuk memangkas subsidi sebelum Oktober. Namun jika melihat arah suara Partai Demokrat yang netral di parlemen, bisa saja petinggi partai 'menawarkan' keberpihakannya kepada Joko Widodo. Pemerintah sekarang dapat menaikkan harga BBM sebagai alat barter politik dengan kubu PDI-Perjuangan. Skenario itulah yang dapat melatarbelakangi penurunan subsidi lebih cepat dibandingkan perkiraan. Tetapi jika negosiasi antara kedua partai tidak menemui deal politik, maka kebijakan itu baru akan berlaku di 100 hari pertama Joko Widodo.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar