Rabu, 18 Januari 2017

breaking-news PM Inggris Theresa May: Pemerintah Akan Ajukan Kesepakatan Brexit Baru Untuk Voting Parlemen

world-economy World Economy

Penurunan Harga Produk Tambang Masih akan Bebani Kinerja Ekspor Australia

Kamis, 5 Juni 2014 13:17 WIB
Dibaca 373

Monexnews - Menurut laporan pagi ini, sektor perdagangan Australia membukukan defisit bulanan pertama sejak bulan November 2013 lalu. Tingginya arus impor kebutuhan pokok dan barang konsumen gagal diimbangi oleh kenaikan volume ekspor.

Australia membukuan defisit perdagangan sebesar A$122 juta (US$ 113.2 juta) di bulan April 2013. Angka tersebut bertolakbelakang dengan revisi surplus sebesar A$902 juta yang dirilis bulan Maret lalu dan hasil estimasi ekonom, yakni surplus sebesar A$300 juta. Nilai ekspor turun sebesar 1% dibandingkan periode perhitungan Maret, sedangkan nilai impor secara keseluruhan naik sebesar 2%.

Tidak hanya itu, sektor perdagangan diperkirakan masih akan mencatat kinerja negatif dalam beberapa bulan ke depan. Estimasi ini mengacu pada penurunan harga spot bijih besi dan batubara, yang kontribusinya mencapai 30% terhadap total ekspor negeri kangguru. Menurut Chief Economist Barclays yang bermarkas di Sydney, Kieran Davis, harga bijih besi sudah anjlok 12% (dalam AUD) sejak bulan Desember lalu dan harga batubara turun tajam 18% selama periode yang sama. Kondisi seperti ini diperkirakan terus terjadi sampai beberapa proyek tambang bisa diselesaikan oleh produsen-produsen besar. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar