Sabtu, 22 Juli 2017

world-economy  World Economy

Peraturan Terkait Pajak Mobil Mewah Segera Dirilis

Selasa, 25 Maret 2014 10:31 WIB
Dibaca 380

Monexnews - Pemerintah akan mengubah peraturan terkait barang mewah berupa kendaraan bermotor. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam akun twitternya @SBYudhoyono menyampaikan bahwa pajak barang mewah untuk kendaraan bermotor naik dari 75 persen menjadi 125 persen. "(Ketentuan) ini berlaku (mulai) bulan depan," tulis Presiden dalam akun twitternya seperti dikutip dari laman resmi Setkab, Jumat (21/3).

Terkait hal tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri memastikan peraturan mengenai kenaikan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil mewah dari sebelumnya 75 persen menjadi 125 persen, segera diterbitkan paling lambat pada awal April 2014. "Ini sudah beres, masih membutuhkan beberapa hari (pengesahan) di Kementerian Hukum dan HAM, semestinya tinggal menunggu keluar segera untuk pajak mobil mewah," kata Menkeu.

Ia menambahkan, kenaikan pajak barang mewah untuk kendaraan bermotor di atas 2.500 cc dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja neraca perdagangan. "Harus ada sikap, bahwa barang-barang seperti itu konsumsinya harus dikurangi, jadi lebih kepada posisi agar konsumsinya tidak terlalu besar," ujarnya. Kenaikan pajak ini, tambah Menkeu, tidak bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara, karena fokus utama dari kebijakan adalah mengurangi impor barang mewah, yang sempat mengganggu defisit neraca transaksi berjalan. "Tujuan kita bukan masalah penerimaan, (padahal) pasti ada efek ke penerimaan, tapi untuk mengurangi konsumsi dari mobil-mobil yang tidak terlalu diperlukan," jelasnya.

Sebelumnya, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013, Kelompok Barang Kena Pajak yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor yang dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebesar 75 persen adalah pertama, kendaraan bermotor untuk pengangkut kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi, dengan motor bakar cetus api, berupa: sedan atau station wagon; dan selain sedan atau station wagon dengan sistem 1 (satu) gardan penggerak (4x2) atau dengan sistem 2 (dua) gardan penggerak (4x4). Kesemuanya dengan kapasitas isi silinder lebih dari 3.000 cc.

Kedua, kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 orang termasuk pengemudi, dengan motor bakar nyala kompresi (diesel atau semi diesel) berupa: sedan atau station wagon; selain sedan atau station wagon dengan sistem 1 (satu) gardan penggerak (4x2) atau dengan sistem 2 (dua) gardan penggerak (4x4), dengan kapasitas isi silinder lebih dari 2.500 cc. Ketiga, kendaraan bermotor beroda 2 (dua) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 500 cc. Terakhir, trailer, semi trailer dan tipe caravan, untuk perumahan atau kemah.

Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau Barang Kena Pajak yang tergolong mewah sebagaimana dimaksud dikenakan pada waktu penyerahan Barang Kena Pajak yang tergolong mewah oleh pengusaha yang menghasilkan atau pada waktu impor Barang Kena Pajak yang tergolong mewah.(nic)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar