Senin, 29 Mei 2017

world-economy  World Economy

Perbaikan Defisit Transaksi Berjalan Diyakini Tahan Pelemahan Rupiah

Selasa, 15 April 2014 13:33 WIB
Dibaca 290

Monexnews - Kementerian Keuangan optimistis, perbaikan defisit transaksi berjalan dan kemungkinan dikeluarkannya insentif repatriasi akan menahan pelemahan rupiah. Rupiah diyakini tidak akan menembus Rp12.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dengan banyaknya pembayaran utang dan repatriasi pada Bulan Mei dan Juli mendatang.

“Kemungkinan itu (pelemahan rupiah ke Rp 12.000 per dolar AS) kan selalu ada. Tapi tergantung data current account kita, trade balance,” terang Wakil Menteri Keuangan II Bambang P.S. Brodjonegoro.

Sebelumnya, sejumlah ekonom memperkirakan rupiah dapat mengalami pelemahan hingga Rp12.000 per dolar AS. Menurut Wamenkeu II, perkiraan tersebut hanya merupakan sebuah prediksi. Ia menambahkan, kemungkinan rupiah lebih baik dari tahun lalu cukup besar, mengingat kondisi neraca transaksi berjalan saat ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. “Current account defisitnya mungkin menyentuh 3 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto), tapi tidak sampai 4 persen lebih dari PDB seperti tahun lalu,” tuturnya.

Selain itu, Wamenkeu II berharap, kebijakan insentif repatriasi dapat segera diterbitkan, sehingga menurunkan tekanan repatriasi dan kebutuhan akan dolar AS, meskipun pasokan dolar AS saat ini cukup baik seiring dengan penguatan ekspor. “Pasokan dolar (AS) saya pikir dengan ekspor yang baik akan lebih banyak tersedia,” terangnya.(ans)



Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa perubahan

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar