Jumat, 26 Mei 2017

world-economy  World Economy

Perdana Menteri China Peringatkan Kebijakan Moneter Longgar

Selasa, 5 November 2013 13:46 WIB
Dibaca 497

Monexnews - China harus mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi pada 7.2% untuk menjamin kestabilan pasar tenaga kerja, ucap Perdana Menteri Li Keqiang seiring ia memperingatkan pemerintah mengenai kembali memperlonggar kebijakan moneter. Dalam salah satu kesempatan saat pejabat senior mengumumkan level minimum pertumbuhan yang dibutuhkan untuk ketenagakerjaan, Li mengatakan kalkulasi menunjukkan perekonomian China harus bertumbuh 7.2% dalam basis tahunan untuk menciptakan 10 juta pekerjaan setahun. Hal itu akan membatasi tingkat pengangguran di sekitar 4%, ucapnya.

"Kami ingin menstabilkan tingkat pertumbuhan ekonomi karena kita harus menjamin tingkat pekerjaan," ucap Li seperti dikutip oleh Workers' Daily pada hari Senin. Pernyataannya dibuat pada pertemuan dua pekan lalu, namun dirilis secara penuh pekan ini. Meski pemerintah terus memantau tingkat pertumbuhan, Li memperingatkan mengenai suplai kredit yang mudah, yang menurutnya telah melebihi 100 trilyun yuan (16.4 trilyun dollar) di China.

"Suplai uang M2 kita pada akhir bulan Maret telah melebihi 100 trilyun yuan, dan itu sudah dua kali lipat gross domestic product (GDP)," kutip Li. "Dengan kata lain, masih ada banyak uang yang beredar, pencetakan uang kembali dapat memicu inflasi."

Komentarnya menguatkan langkah hawkish pemerintah terhadpa inflasi, dan tidak mensinyalkan perubahan pada bias kebijakan, ucap Tao Wang, ekonom UBS. Namun mereka menggarisbawahi garis tegas bahwa China harus mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja untuk kestabilan sosial, sembari menjaga agar tidak kelebihan uang yang beredar yang mungkin melukai perekonomian dalam jangka panjang.

Dimotori oleh ketergantungan pada ekspor dan investasi, pemerintah China telah lama mengkritik perekonomian senilai 8.5 trilyun dollar tidak stabil dan tidak berada pada jalur pertumbuhan yang dapat bertahan lama. Untuk membenahi perekonomian, pemimpin baru China telah mensinyalkan kesediaannya untuk mentoleransi melambatnya ekspansi sebagai gantinya tingkat pertumbuhan yang bersih dipimpin oleh konsumsi. Pertemuan penting pejabat-pejabat tinggi dari tanggal 9 – 12 November akan menunjukkan seberapa gencar pihak Beijing untuk mendorong reformasi, yang mana dikatakan oleh banyak analis mungkin politisi akan mendorong melalui perubahan-perubahan lain.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar