Selasa, 24 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Perkecil Defisit, Pemerintah Naikkan Tarif Listrik

Selasa, 29 April 2014 10:43 WIB
Dibaca 438

Monexnews - Pemerintah berencana menempuh kebijakan pengetatan fiskal untuk mempersempit defisit anggaran yang menjadi isu sensitif pada tahun lalu. Pengetatan tersebut salah satunya ditempuh melalui pengurangan beban anggaran subsidi listrik.

Untuk mengurangi beban anggaran subsidi listrik tersebut, pemerintah akan menaikkan tarif listrik industri mulai 1 Mei 2014. "Pasti ada (dampak ke konsumen), tapi kan nggak ada pilihan, kan Anda mesti kurangi beban subsidinya. Nanti gimana (kalau) fiskalnya nggak dijaga," kata Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri di Jakarta, Jumat (25/4) lalu.

Pemerintah menyadari, kenaikan tarif listrik tersebut akan menimbulkan efek di berbagai segi, seperti kenaikan harga barang kebutuhan sehari-hari sebagai konsekuensi kenaikan biaya produksi. Namun, pemerintah optimistis dapat mengelola dengan baik dampak kenaikan tarif listrik tersebut, mengingat sudah masuk ke dalam asumsi inflasi pemerintah tahun ini.

Menurut Menkeu, dampak kenaikan tarif listrik tidak akan sebesar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Tentu akan ada efek, tapi kalau listrik, efeknya tidak akan terlalu banyak. Mudah-mudahan bulan ini kita punya deflasi, jadi itu bisa kompensasi (inflasi bulan berikutnya karena kenaikan tarif listrik)," jelasnya.

Sementara itu, terkait inflasi, Menkeu diberitakan tetap optimistis inflasi sampai dengan akhir tahun 2014 tetap terjaga. "Kan mudah-mudahan bulan ini kita bisa punya deflasi. All in all, kalau nggak ada administered price di 2014 ini, inflasinya inline, bahkan mungkin bisa turun," katanya.(nic)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

-disadur tanpa penyuntingan

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar