Kamis, 30 Maret 2017

world-economy  World Economy

Perlambatan Inflasi China Sinyalkan Hilangnya Momentum

Rabu, 15 Oktober 2014 9:29 WIB
Dibaca 514

Monexnews - Laju inflasi konsumen di China melambat pada bulan September, menurut data hari Rabu, turut menambah bukti bahwa negara perekonomian terbesar kedua dunia tersebut kehilangan momentum. Tingkat harga konsumen naik sebanyak 1.6% dari setahun lalu, level yang belum pernah dicapai sejak Januari 2010, sedikit lebih rendah dari estimasi ekonom sebesar 1.7% dan menyusul kenaikan sebeasr 2% di bulan Agustus. Sementara itu harga grosir turun sebanyak 1.8%, dibandingkan ekspektasi penurunan sebesar 1.6% dan menyusul penurunan 1.2% pada bulan sebelumnya. Harga produsen di China telah turun sejak Februari 2012, tertekan oleh penurunan harga komoditas, kelebihan kapasitas dan melemahnya tingkat permintaan. 

"Menurutku data ini sangat buruk. Deflasi pada gerbang pabrik di China bukan hal baru, namun saat ini kita memiliki deflasi pada sektor perumahan. Pertanyaan utamanya adanya, seberapa jauh hal ini akan terus terjadi?" ucap Richard Iley, kepala ekonom Asia pada BNP Paribas. "Saat ini kita berada 1.6% di bawah target pemerintah Bejing pada 3.5% dan ini sebelum kita merasakan dampak penuh dari anjloknya harga minyak. Kita memiliki penurunan harga minyak, penurunan harga rumah, kelebihan kapasitas di industri dan apresiasi mata uang. Sehingga semuanya mengacu pada deflasi yang jauh lebih buruk sebelum dapat kembali pulih," tambahnya.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar