Minggu, 22 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Perlu Kebijakan BBM Untuk Jaga APBN

Senin, 21 April 2014 11:34 WIB
Dibaca 469

Monexnews - Pemerintah perlu meramu kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk menghindari defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, ada peluang peningkatan subsidi BBM akibat deviasi kurs.

“Memang benar (ada potensi defisit), terutama karena ada deviasi kurs," ujar Bambang P.S. Brodjonegoro, Wakil Menteri Keuangan II, di Jakarta, Kamis (17/4).

Bambang mengakui akan ada lonjakan subsidi jika tidak ada kebijakan BBM, dalam hal ini disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar. Berdasarkan APBN 2014, asumsi nilai tukar adalah sebesar Rp10.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Padahal saat ini, rata-rata nilai tukar berada di kisaran Rp11.500 per dolar AS.

Ia pun menegaskan bahwa ke depan akan ada kebijakan dari pemerintah untuk mengatasi ini. "Harus ada kebijakan untuk mengatasi potensi defisit itu. Pokoknya akan dibuat kebijakan yang tepat," ungkapnya. (ans)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa penyuntingan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar