Senin, 23 Januari 2017

world-economy  World Economy

Persempit Gap Nilai Tukar, Fondasi Ekonomi Harus Diperbaiki

Kamis, 5 September 2013 17:15 WIB
Dibaca 676

Monexnews - Perbaikan fondasi ekonomi Indonesia dinilai dapat menciptakan stabilitas pergerakan nilai tukar rupiah. Hal ini dikarenakan, volatilitas rupiah yang terjadi saat ini ternyata menciptakan selisih (gap) yang lebar antara kurs tengah Bank Indonesia (BI) dengan harga di pasaran umum (money changer).

"Ya mungkin harus mengurangi gap kurs BI dengan kurs di pasar. Tidak ada cara lain kecuali fondasi kita diperbaiki. Jadi, masalah current account deficit maupun inflasi harus diperbaiki kalau ingin dapatkan kestabilan, dalam artian termasuk memperkecil jarak itu," ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang P. S Brodjonegoro di Jakarta, Rabu (4/9).

Gap nilai tukar rupiah antara kurs tengah BI dan perdagangan umum memang cukup lebar. Untuk menekan selisih tersebut, lanjutnya, tergantung dari ketersediaan dolar AS. Pihaknya mengakui, gap yang lebar tersebut dipengaruhi oleh terbatasnya suplai dolar AS, atau adanya oknum yang mencari kesempatan. "Jadi tidak bisa dikontrol, dan satu-satunya cara harus kita semua ini memperkuat confidence di pasar, karena gap tersebut tidak ada yang ideal. Yang ideal itu ya tidak ada selisih, bahkan di luar negeri kalau kita lihat tidak beda jauh (gap-nya)," pungkasnya.(ans)


sumber: rilis resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.depkeu.go.id


*disadur tanpa perubahan


(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar