Jumat, 21 Juli 2017

world-economy  World Economy

Pertumbuhan Harga Rumah di Inggris Melambat di Bulan Februari

Kamis, 13 Maret 2014 9:42 WIB
Dibaca 397

Monexnews - Harga rumah di Inggris naik dengan laju paling lambat dalam 6 bulan pada bulan Februari, namun ekspektasi untuk kenaikan harga dan aktivitas menunjukkan pemulihan pasar perumahan masih memiliki outlook yang cerah, menurut hasil survey hari Kamis. Royal Institution of Chartered Surveyors (RICS) mengatakan indeks utama harga rumah turun menjadi +45 bulan lalu, level terendah sejak Agustus, dari +52 di bulan Januari, yang direvisi turun dari +53 sebelumnya. Data bulan Februari tersebut berada di bawah perkiraan ekonom sebesar +52.

RICS mengatakan turunnya level aktivitas bulan lalu mungkin sebagian diakibatkan oleh cuaca buruk, dengan hujan, angin, dan banjir membuat masyarakat Inggris enggan keluar dan melihat-lihat rumah. Dan meski jumlah pembeli bertambah denga laju paling lambat sejak Maret 2013, survey menunjukkan ekspektasi untuk harga dan penjualan rumah masih berada dekat level puncak.

"Masalah yang akan kita hadapi saat ini adalah minimnya jumlah rumah yang memasuki pasar. Konstruksi tetap berlanjut, namun suplai rumah belum cukup untuk memenuhi tingkat permintaan," ucap Simon Rubinsohn, kepala ekonom pada RICS. "Dan hasilnya, harga rumah akan terus bergerak naik, membuat masyarakat lebih sulit untuk mengambil langkah awal dalam dunia properti."

Pasar perumahan Inggris ditopan oleh turunnya tingkat pengangguran, suku bunga rendah dan program pemerintah untuk membuat kredit perumahan lebih murah dan mudah, menimbulkan kecemasan mengenai penggelembungan harga aset. Seiring tingkat permintaan yang melebihi suplai, RICS memperkirakan harga rumah nasional akan naik sebanyak 5.9% setiap tahunnya dalam 5 thaun kedepan, dengan kenaikan dengan laju yang lebih cepat di London dan Inggris bagian tenggara.

Gubernur Bank of England Mark Carney pada hari Selasa kemarin mengatakan bahwa BoE mencemaskan bahwa menguatnya pasar perumahan, yang sebagian besar diakibatkan kenaikan harga properti di London, dapat membuat masyarakat untuk mengambil resiko lebih besar tanpa mempertimbangkan bagaimana suku bunga kredit perumahan dapat berubah. Ekonom Reuters bulan lalu memprediksikan harga rumah di Inggris akan naik sebanyak 7.0% tahun ini.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar