Rabu, 18 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Pertumbuhan Triwulan III 5,62%, Pemerintah Tetap Optimistis Target Tercapai

Kamis, 7 November 2013 10:21 WIB
Dibaca 427

Monexnews - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2013 mencapai 5,62%. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga triwulan III-2013 naik 5,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2012. "Pertumbuhan ekonomi triwulan III-2013 sebesar 5,62% year on year atau secara kumulatif mencapai 5,83%," kata Kepala BPS Suryamin, Rabu (11/6).

Menurut Kepala BPS, hal yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi diantaranya adalah nilai tukar rupiah. Pada bulan Juni, nilai tukar rupiah terhadap dolar masih di angka Rp9000 tapi pada September sudah menyentuh Rp12.000 per dolar AS. Hal ini, menurut Kepala BPS, sangat berdampak pada perdagangan luar negeri. Sementara itu, kenaikan suku bunga acuan menjadi 7,25 persen dari sebelumnya 6,0 persen juga turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi RI. “Ini berdampak pada biaya produksi. Selain itu, indeks harga konsumen dan inflasi cukup tinggi saat itu, walaupun saat ini sudah terkendali,” ungkapnya.

Menanggapi hasil rilis BPS tersebut, Wakil Menteri Keuangan II (Wamenkeu II) Bambang P.S. Brodjonegoro mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III yang mencapai 5,62 persen tidak seperti yang diharapkan pemerintah. Namun, ia mengaku bahwa sudah memperkirakan hal tersebut. “Memang tendensi melemahnya kelihatan ya, terutama dari sisi investasi, tapi itu juga karena sebenarnya sudah dalam perkiraan kita,” katanya.

Menurutnya, pemerintah tetap optimistis hingga akhir tahun bahwa ekonomi akan tumbuh 5,8 persen. “Perkiraannya di kuartal IV ada perbaikan, katakan kuartal IV balik ke 5,8 persen lagi, sehingga akhir tahun bisa 5,8 persen,” ungkap Wamenkeu II.

Menurut Bambang, untuk mencapai target tersebut ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian, antara lain upaya menjaga konsumsi domestik dan investasi. Selain itu, penyerapan akhir tahun pemerintah juga harus dipercepat sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. “Dengan penyerapan yang besar selalu terjadi musiman, secara siklus terjadi akhir tahun ya harusnya terjadi,” ungkapnya. (nic)


Sumber: publikasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.esdm.go.id

*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar