Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

Perusahaan Amerika Pelopori Revolusi Robot

Rabu, 28 Mei 2014 10:35 WIB
Dibaca 763

Monexnews - Format bisnis masa depan mulai dirancang oleh para pelaku bisnis, terutama perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat. Melalui teknologi robot, efisiensi kerja dan kualitas produk diperkirakan akan lebih baik ketimbang harus melulu menggunakan tenaga manusia.

Di industri restoran, para pengusaha telah membuka wacana penggunaan tenaga robot untuk menggantikan pasukan SDM. Pemakaian teknologi tepat guna dianggap lebih efisien dari sisi pengeluaran, terutama jika upah minimum daerah benar-benar dinaikkan menjadi $15 per jam sesuai tuntutan para buruh. Beberapa restoran dan penjual makanan sudah menggunakan robot sebagai ujung tombak penjualannya. Panera Bread meluncurkan layanan otomatis berupa kios yang sepenuhnya dijalankan oleh mesin, dan dalam tiga tahun ke depan perusahaan roti ini menargetkan seluruh pemesanan bisa dieksekusi langsung via perangkat ponsel tanpa harus berinteraksi dengan pegawainya di toko. Sementara resto lainnya, Chili's dan Applebee, juga sudah menempatkan tablet layar sentuh di meja makan sehingga konsumen bisa memesan makanan tanpa harus memanggil pelayan. Proses pembayaran bahkan bisa dilakukan tanpa harus mendatangi kasir. Di sisi lain, perusahaan teknologi seperti IBM akan sangat diuntungkan oleh perubahan trend layanan cepat saji, khususnya apabila tuntutan upah $15 per jam disetujui pemerintah. Dengan mengusung platform andalan yang dinamai Watson, IBM akan dapat menolong pemilik restoran yang ingin segala aktivitas pelayanan berlangsung secara otomatis. Watson sendiri merupakan platform yang dirancang untuk membaca dan memahami bahasa manusia melalui interaksi yang dilakukannya. Menurut hasil riset University of Oxford, sebanyak 92% restoran diklaim sudah membuka wacana otomatisasi layanan dalam aktivitas operasionalnya. Namun pelaku industri masih memantau perkembangan terbaru menyangkut negosiasi upah sebelum memastikan langkah berikutnya.

Gebrakan juga dilakukan oleh spesialis jual beli online, Amazon. Perusahaan ini menargetkan 10.000 unit robot sudah bisa bekerja di bagian gudang pada akhir 2014. CEO Jeff Bezos pekan lalu mengatakan kepada pemegang saham bahwa dirinya berambisi untuk menambah jumlah robot guna mengisi permintaan konsumen. Sampai dengan sekarang, Amazon baru mempekerjakan 1000 robot di bagia operasionalnya. Entah benar atau tidak, juru bicara perusahaan menegaskan pihaknya tidak akan memecat SDM meskipun nantinya jumlah robot bertambah.

Amazon sudah secara mandiri membuat robot melalui anak perusahaan Kiva Systems, yang dibeli dua tahun lalu seharga $775 juta. Robot-robot itu khusus ditempatkan pada bagian pengurusan order di gudang dan belum dipergunakan untuk divisi lainnya. Adapun obsesi besar Jeff Bezos yakni menciptakan robot 'drone' yang mampu terbang untuk mengirimkan barang pesanan langsung ke tangan konsumen dalam 30 menit. Walaupun purwarupa-nya sudah dirancang, peluncuran drone masih terbentur masalah hukum dan kendala teknis di lapangan. Bagi masyarakat umum yang ingin melihat bagaimana robot-robot bekerja di gudang, Amazon membuka tur mulai bulan Mei ini.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar