Kamis, 25 Mei 2017

world-economy  World Economy

Perusahaan Ekspor Jepang Dirugikan oleh Isyarat the Fed

Jumat, 20 Maret 2015 14:19 WIB
Dibaca 532

Monexnews - Dalam pertemuan terakhirnya 18 Maret kemarin, Federal Open Market Committee (FOMC) Bank Sentral Amerika Serikat (AS) memberi isyarat ditundanya kenaikan suku bunga. Sinyal yang diberikan oleh Gubernur Janet Yellen membuat keperkasaan Dollar terhenti meski prospek pergerakannya belum berubah. 

Setiap kebijakan tentu menghasilkan efek beragam bagi pihak-pihak yang berkepentingan, bukan hanya di AS namun juga bagi pelaku ekonomi di Asia dan Eropa. Dalam konteks pergerakan kurs Dollar, Jepang merupakan salah satu negara yang mendapat efek besar. Tren pelemahan Yuan dalam beberapa bulan terakhir berakibat bagus terhadap perusahaan-perusahaan ekspor di tengah kelesuan ekonomi dalam negeri. Namun setelah pertemuan the Fed kemarin, kemungkinan besar pihak eksportir tidak akan bisa lagi meraup laba besar dari penjualan produknya di luar negeri karena kurs Yen yang lebih tinggi membuat daya jual produk menurun di mata konsumen asing.

Bank investasi Nomura menilai pelemahan Dollar memang tidak bagus bagi eksportir tetapi positif bagi perusahaan domestik. Beberapa perusahaan yang diuntungkan antara lain mereka yang bergerak di sektor real estate dan perdagangan grosir. Sektor-sektor ini diuntungkan karena pengusahanya bisa membeli bahan baku dan komoditas dengan harga yang lebih murah dari luar negeri. Nomura mengklaim harga minyak dan komoditas bisa menguat walaupun dari sisi permintaan riil belum terlalul solid. Penilaian Nomura bisa menjadi petunjuk bagi investor yang ingin membeli saham maupun aset berbasis komoditas. Nilai tukar Yen kini diperdagangkan pada posisi 120.84 per US Dollar.



Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar