Rabu, 23 Agustus 2017

world-economy  World Economy

Perusahaan Jepang Yakin Terhadap Proyeksi Inflasi Negara Mereka

Kamis, 2 Juli 2015 8:59 WIB
Dibaca 531

Monexnews - Perusahaan-perusahaan Jepang memperkirakan inflasi akan berakselerasi ke level 1.4% pada tahun depan, laju yang sama yang mereka perkirakan dalam tiga bulan yang lalu, ditunjukkan dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Bank of Japan.

Harga konsumen akan naik menjadi 1.5% dalam tiga tahun mendatang, dan 1.6% dalam lima tahun mendatang, menurut perkiraan perusahaan, BOJ mengatakan dalam laporan Tankan yang dirilis pada hari Kamis. Dalam sebuah survei bulan Maret, perusahaan perkirakan inflasi akan menjadi 1.4% untuk tahun depan.

Bank sentral menyuntikan stimulus moneter dalam rekor tertingginya ke dalam ekonomi untuk menghapus kondisi deflasi dan menghasilkan kenaikan harga 2% yang stabil, sebuah lingkungan di Jepang yang tidak terlihat sejak awal tahun 1990an. Citigroup Inc, diantara bank-bank yang perkirakan indeks harga yang merupakan fokus utama BOJ dapat turun dalam beberapa bulan mendatang karena harga minyak yang murah, berikan tantangan terhadap upaya dari Gubernur BOJ Haruhiko Kuruda.

Salah satu ekonomi dari lembaga riset di Jepang mengatakan bahwa BOJ akan lebih mendorong ekspektasi inflasi yang akan lebih tinggi atau sedikit tidak berubah, walaupun setelah kenaikan harga melambat. Tantangan riilnya adalah bahwa BOJ harus meningkatkan ekspektasi mereka untuk mendapatkan target mereka.

Harga konsumen secara nasional naik 0.5% di bulan mei dari setahun yang lalu. Indeks yang sangat difokuskan oleh BOJ, yang tidak termasuk makanan segar an efek sebelum kenaikan pajak, naik 0.1%, melambat dari level puncak tahun lalu di level 1.5% pada bulan April.

Beberapa anggota dewan kebijakan BOJ mengatakan bahwa ekspektasi inflasi telah dipertahankan meskipun kenaikan harga konsumen melambat, ditunjukkan dalam minutes pertemuan 21-22 Mei.

Kuroda mengandalkan pengetatan suplai dalam ekonomi yang dikombinasikan dengan ekspektasi bahwa harga akan naik untuk membuat inflasi lebih tinggi.

Setelah BOJ mempertahankan kebijakan moneter tidak berubah pada bulan lalu, Kuroda menegaskan kembali bahwa inflasi masih pada jalurnya untuk mencapai target 2% BOJ di semester pertama tahun fiskal tahun depan, yang dimulai April 2016.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar