Selasa, 17 Januari 2017

breaking-news PM Inggris Theresa May: Pemerintah Akan Ajukan Kesepakatan Brexit Baru Untuk Voting Parlemen

world-economy World Economy

Perusahaan Rusia Dihantui Kerugian Investasi dan Bisnis di Ukraina

Rabu, 5 Maret 2014 12:11 WIB
Dibaca 986

Monexnews - Krisis Ukraina semakin memanas karena adanya intervensi asing dan tekanan dunia internasional. Banyak pihak menganggap dinamika yang terjadi di negara ini tidak akan berpengaruh banyak terhadap laju perekonomian dan bisnis. Namun opini berbeda justru akan dilontarkan oleh pelaku bisnis dan perbankan Rusia, terutama mereka yang mempunyai kepentingan besar di Ukraina.

Perusahaan dan bank asal Rusia sedang harap-harap cemas mengamati perkembangan yang terjadi di Ukraina. Mereka sangat khawatir apabila negara itu bangkrut atau mengalami krisis kepemimpinan karena akan turut mengancam bisnis dan investasinya. Bank-bank Rusia merupakan kreditur asing terbesar bagi pelaku usaha Ukraina, dengan rasio eksposur mencapai $28 miliar atau setara 12% dari total kredit asing yang dikantongi Ukraina. Dari jumlah sebesar itu, terdapat uang dan pembayaran bunga milik bank-bank besar seperti Sberbank, VEB dan VTB.

Selain pelaku perbankan, banyak konglomerasi bisnis dan perusahaan asal Rusia yang memiliki aset dan investasi di Ukraina. Sebagian besar dari mereka bergerak di sektor energi, pertambangan, telekomunikasi dan logam. Berikut ini adalah sebagian perusahaan besar asal Rusia yang memiliki portofolio bisnis di Ukraina:

Sektor logam

- Rusal, mempunyai aset pabrik terbesar ke-dua dalam portofolio bisnisnya di Ukraina. Perusahaan ini juga memiliki saham di perusahaan alumunium Zaporozhye dan mempunyai kompleks pengolahan mandiri di negara itu.

- VSMPO Avisma, produsen titanium terbesar sejagad, juga menguasai saham di VSMPO Titan Ukraina.

- Evraz, perusahaan yang dimiliki oleh Roman Abramovich ini membangun pabrik baja di wilayah Dnipropetrovsk. Selain menjual produknya di Ukraina, Evraz juga mengapalkan produk baja ke Rusia dan Timur Tengah. Kapasitas produksinya mencapai 900 ribu ton besi per tahun, 820 ribu baja mentah dan 700 ribu produk logam gulung.

- Mechel, mengoperasikan pabrik baja di wilayah Donetsk dengan kapasitas produksi menembus 1 juta ton per tahun untuk didistribusikan ke lebih dari 30 negara. Grup Mechel dikuasai oleh miliarder Igor Zyuzin, salah satu konglomerat kenamaan Rusia.

Telekomunikasi

- MTS, adalah operator seluler asal Rusia dengan basis konsumen terbesar ke-dua di Ukraina. Sampai dengan September 2013, perusahaan ini tercatat memilki 22.4 juta pengguna di negara tetangganya itu. Sebanyak 12% dari total pendapatan kotor MTS berasal dari wilayah Ukraina.

- Vimpelcom, juga merupakan salah satu perusahaan telko yang memiliki bisnis pengguna kuat di negara yang sedang krisis itu. Sebanyak 8% pendapatan kotor Vimpelcom berasal dari kocek warga UKraina.

Migas

- Rosneft, perusahaan minyak paling kaya di Rusia ini menguasai fasilitas pengolahan terbesar ke-dua di Ukraina yaitu Lisichansk. Tidak hanya itu, Rosneft juga hampir menuntaskan pembelian Odessa, perusahaan Ukraina yang sedang dikuasai ooleh pihak Moskow karena pemilik lamanya gagal melunasi hutang.

- Tatneft
Perusahaan skala menengah ini sedang bersengketa dalam kasus kepemilikan Kremenchug, perusahaan pengolahan minyak terbesar Ukraina. Proses pengadilannya masih berjalan sampai sekarang.

Perusahaan investasi

- Grup Investasi Sunma merupakan pemilik separuh dari perusahaan BUMN yang bergerak dalam produksi gandum, United Grain Company (UGC). Prospek bisnis salah satu BUMN Rusia ini terancam karena rencananya untuk membangun terminal kontainer gandum di wilayah Mykolayiv jadi terancam. Padahal program pembangunan terminal sudah digodok sejak lama dan berpotensi menghemat biaya distribusi mencapai miliaran Dollar.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar