Sabtu, 22 Juli 2017

world-economy  World Economy

Pesanan Mesin Jepang Berkurang, Belanja Modal Masih lemah

Senin, 13 April 2015 9:28 WIB
Dibaca 2997

Monexnews - Tingkat pesanan mesin inti Jepang, indikator tingkat belanja modal, turun selama 2 bulan berturut-turut di bulan Februari, mensinyalkan lemahnya tingkat investasi bisnis yang dapat menghambat usaha pemerintah untuk lepas dari permasalahan ekonomi selama beberapa dekat. Penurunan bulanan sebesar 0.4% pada pesanan mesin, yang menyusul sejumlah data negatif lainnya, menambah keraguan mengenai pemulihan ekonomi yang kokoh pasca resesi tahun lalu. Data dari Cabinet Office pada hari Senin dibandingkan dengan estimasi analis untuk penurunan sebesar 2.8% dan menyusul penurunan sebesar 1.7% di bulan Januari.

Pemerintah Jepang mengandalkan kenaikan belanja modal untuk dapat memicu siklus pertumbuhan ekonomi yang sehat melalui kenaikan tingkat pekerjaan dan upah, dan tingginya konsumsi sektor swasta. Tingkat pesanan mesin dianggap sebagai indikator belanja modal dalam 6-9 bulan kedepan, dan data terkini akan dinilai sebagai perlambatan investasi bisnis kedepannya. Analis mengatakan bahwa penurunan pada pesanan into sebagian merupakan reaksi terhadap kenaikan tajam di bulan Desember lalu, sesuai dengan pandangan bank sentral bahwa tingkat belanja modal sedang pulih secara bertahap akibat tingginya laba korporat. Namun lemahnya tingkat belanja modal untuk tahun fiskal baru yang dimulai tanggal 1 April lalu, seperti yang terlihat pada survey tankan, menandakan bahwa tingkat investasi bisnis mungkin akan tetap lambat untuk pulih dari keterpurukan pasca kenaikan pajak penjualan tahun lalu.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar