Minggu, 28 Mei 2017

world-economy  World Economy

PM China: Korupsi Menghambat Kemajuan Ekonomi

Kamis, 5 Maret 2015 13:15 WIB
Dibaca 593

Monexnews - Sama seperti di Indonesia, China juga masih berjuang memberangus aksi korupsi terutama di kalangan birokrat. Perdana Menteri Li Keqiang memastikan dirinya tidak main-main dalam upaya pemberantasan korupsu.

Dalam pembacaan Laporan Kinerja Tahunan Pemerintah hari ini, Li Keqiang menegaskan dirinya tidak mentoleransi setiap aksi korupsi. Ia memperingatkan bahwa setiap pelaku akan menghadapi ancaman hukum yang serius, tidak peduli pada tingkatan mana mereka melancarkan aksinya.

Keseriusan Li terlihat jelas saat membacakan laporan kinerja, di mana kata 'korupsi' disebut sampai 8 kali. Ia mengaku bahwa tindakan kriminal ini masih menjadi masalah besar di pemerintahan, oleh karena itulah ia selalu menekankan integritas tinggi kepada para jajarannya. Menurut hasil pidato yang dilansir Wall Street Journal, PM Li mengaku ada sebagian kecil oknum di pemerintahan yang masih saja menyelewengkan wewenang dan uang negara. Hal itu diklaim akan mengganggu pencapaian target pertumbuhan ekonomi 7% yang dicanangkan pemerintah di tahun 2015. Mengingat pemangkasan dana belanja oleh oknum-oknum berakibat pada penurunan daya serap anggaran oleh sektor ekonomi yang berhak menerimanya.

Langkah konkrit pemberantasan korupsi mulai digalakkan pemerintah Tiongkok, salah satunya adalah memangkas dana kunjungan ke luar negeri oleh aparat negara, fasilitas kendaraan dan kesehatan sebanyak 35%. PM Li meminta jajarannya untuk menjauhi apa yang disebut faktor-faktor pendorong korupsi yakni formalisme, birokratisme, hedonisme dan hidup berlebihan. China sendiri merupakan sedikit negara yang berani memberlakukan sanksi tegas kepada koruptor, yakni hukuman mati.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar