Sabtu, 27 Mei 2017

world-economy  World Economy

PM India akan Buka Akses Bisnis bagi Pemodal Asing

Kamis, 5 Juni 2014 11:51 WIB
Dibaca 413

Monexnews - Perdana Menteri India yang baru dilantik 10 hari lalu, Narendra Modi, sepertinya ingin membuka kran investasi sebesar mungkin bagi pemodal asing. Sebagai langkah pertama, pemerintahan Modi akan menghapus beberapa aturan yang menghambat perluasan bisnis perusahaan yang berasal dari luar negeri.

India merupakan pangsa pasar yang propektif bagi perusahaan asing. Selain karena memiliki jumlah warga golongan menengah yang besar, tingkat konsumsi rakyatnya juga cukup besar. Sayangnya, tidak semua perusahaan asing bisa berbisnis di sana karena selama beberapa tahun terakhir pemerintahannya menutup diri dari luar.

Kondisi tersebut kemungkinan berubah drastis seiring terpilihnya Narendra Modi sebagai Perdana Menteri yang baru. Ia dan kabinetnya dikabarkan ingin memberangus aturan-aturan yang melarang pelaku bisnis asing berjualan di negara India. Perubahan kebijakan tata kelola usaha kemungkinan akan diumumkan secara bersamaan dengan pidato APBN paling cepat awal bulan depan. Modi bersiap membuka masuknya investor baru ke dalam sektor ritel India yang perputaran uangnya mencapai $500 miliar, termasuk untuk kedatangan perusahaan besar seperti Wal-Mart, Amazon dan Ebay.

Pemerintah berharap kedatangan pemodal asing bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi India yang stagnan di bawah persentase 5% dalam dua tahun terakhir. Modi telah berbicara dengan pemangku kepentingan di sektor foreign direct investment, sekaligus memastikan dirinya ingin menggenjot kinerja manufaktur dan konsumsi. Pemerintah juga menekankan besarnya prospek bisnis online di wilayah India. Oleh karena itulah, perubahan aturan pertama kemungkinan terpusat pada perdagangan via dunia maya. Perusahaan seperti Amazon dan Ebay, yang dulu kesulitan melakukan penetrasi pasar, dalam waktu dekat bisa bebas menjalin kerjasama dengan supplier lokal dan mengeruk keuntungan. "Kami belum tahu soal itu. Tetapi tentu saja penghapusan aturan akan berdampak bagus, terutama pada sisi pembangunan infrastruktur dan gairah bisnis," ujar juru bicara Amazon kepada Reuters.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar