Minggu, 22 Oktober 2017

world-economy  World Economy

PM Inggris: Kembalikan Lapangan Kerja ke Eropa!

Senin, 27 Januari 2014 10:53 WIB
Dibaca 715

Monexnews - Pasca krisis hutang yang mendera 3 tahun lalu, masyarakat Eropa belum menikmati suatu dampak perbaikan ekonomi di tengah program pemulihan. Salah satu masalah yang mulai mengkhawatirkan adalah minimnya pembukaan lapangan kerja baru. Selain karena faktor belanja modal perusahaan yang masih kecil, keengganan pengusaha untuk membuka pabrik di wilayah Eropa turut berperan dalam kelesuan ekonomi.

Perdana Menteri Inggris, James Cameron, mengkritik pemangku kebijakan dan pelaku bisnis kawasan Eropa. Menurutnya, perbaikan sektor tenaga kerja hanya bisa dicapai apabila investor mau menanamkan modal di wilayahnya sendiri, dan tidak selalu membuka lapangan kerja baru di negara dengan biaya produksi murah seperti China.

Dalam World Economic Forum, Davos, Cameron menuturkan bahwa sekarang adalah momen yang tepat untuk mengembalikan lapangan kerja ke Inggris dan Eropa. Pasalnya di negara-negara berkembang, peta ekonomi dan bisnis mulai berubah sehingga berbalik menguntungkan negara barat. Upah minimum di beberapa negara berkembang mulai naik, biaya transportasi melonjak dan konsumen Eropa mulai memiliki daya beli. "Kesempatan langka ini jangan disia-siakan untuk mengembalikan lapangan kerja ke rumah kita sendiri," tegasnya.

Di Inggris sendiri, jumlah pengangguran terus menyusut atau sangat berlawanan dengan kondisi di zona Euro, di mana jumlah warga tanpa pekerjaan semakin bertambah akibat pengaruh resesi ekonomi. Pelaku bisnis Inggris sukses membuka 250.000 lowongan baru pada periode tiga bulan sampai November tahun lalu. Jumlah tersebut merupakan kenaikan antar kuartal terbesar dalam sejarah nasional.

David Cameron menyatakan terdapat dua senjata bagi Eropa untuk kembali normal. Pertama adalah reformasi sistem dan aturan tentang investasi modal. Ke-dua, intensifikasi teknologi pengembangan sumber daya alam termasuk revolusi shale gas, yang sedang trend di Amerika Serikat. "Kalau kita beraksi sekarang, maka kita bisa meraih keuntungan dari babak baru globalisasi," kilahnya.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar