Jumat, 21 Juli 2017

world-economy  World Economy

PM Jepang: Tidak Ada Potensi Hiperinflasi

Selasa, 5 Februari 2013 14:23 WIB
Dibaca 455

Monexnews - Perdana menteri Jepang sudah berulangkali meminta bank sentral mengubah target inflasi menjadi 2% atas nama kemajuan ekonomi. Namun banyak pihak khawatir kebijakan itu justru menghadirkan masalah baru. 

Dalam pidatonya di hadapan parlemen, Shinzo Abe menyatakan bahwa asumsi kenaikan target inflasi berujung pada hiperinflasi sangat tidak beralasan. "Sayang sekali kalau ada orang yang cemas dengan potensi hiperinflasi, padahal indikasinya tidak ada," ujar Abe. Ia meyakinkan anggota parlemen bahwa selama pemerintah mampu membangun kerangka fiskal yang solid, maka ancaman itu tidak akan tampak.

Di saat bersamaan, Abe membantah tuduhan pihak oposisi kepada kubunya. Pejabat anti-pemerintah menilai Abe dan kolega mencoba menggoyang independensi bank sentral melalui ancaman penetapan target 2%. Rangkaian pertemuan yang dirancang oleh pemerintah dianggap sebagai intervensi terhadap wewenang otoritas moneter. Abe menyangkal pendapat tersebut seraya meyakinkan masyarakat bahwa pada akhirnya penyesuaian target inflasi berada di tangan Bank of Japan.

Shinzo Abe mengkritisi orang-orang yang berpendapat kalau ia hanya menghabiskan anggaran belanja tanpa menghasilkan sesuatu yang berarti. "Kebijakan ekonomi saya pada akhirnya akan menciptakan pertumbuhan di sektor swasta di jangka menengah maupun panjang," jawab Abe dengan yakin.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar