Senin, 23 Januari 2017

world-economy  World Economy

PM Thailand Minta Kabinetnya untuk Belanjakan Dana Anggaran

Kamis, 25 September 2014 17:30 WIB
Dibaca 1234

Monexnews - Perdana Menteri Thailand, Jenderal Prayuth Chan-ocha, memerintahkan seluruh menterinya untuk lebih aktif mempergunakan dana APBN setiap bulan di tahun fiskal yang akan datang. Per 1 Oktober besok, pemerintah Thailand memang sudah mempunyai uang untuk tahun buku yang baru sehingga tidak ada alasan bagi anggota kabinet untuk menunda program kerjanya masing-masing. 

Anggota legislatif Thailand, yang dikomandoi oleh militer, pakan lalu sudah merestui APBN senilai total 2,57 triliun baht ($79,76 miliar). "Pemerintah akan membelanjakan anggaran baru tersebut, sekaligus menghabiskan dana sisa 2014 mulai kuartal pertama 2015," ujar Jenderal Prayuth. Perdana Menteri ingin agar laju ekspor membaik, belanja konsumen meningkat dan lapangan kerja semakin luas agar perekonomian bisa tumbuh seperi sebelum krisis politik melanda. "Kami akan fokus pada belanja anggaran ketimbang pemberian dana langsung untuk mempercepat pertumbuhan," tambahnya.

Seperti diketahui, kinerja ekonomi Thailand adalah yang terburuk di Asia Tenggara sepanjang 2014. Asian Development Bank (ADB) bahkan baru saja memangkas target pertumbuhan ekonomi Thailand untuk tahun ini dari 2,9% menjadi 1,6%. Menurut ADB, Thailand adalah negara dengan kinerja ekonomi terburuk di tahun 2014. Faktor terbesar yang menekan laju ekonomi tidak lain adalah konflik kekuasaan, yang efeknya menghambat minat investasi dan aktivitas bisnis. Dengan adanya penurunan target pertumbuhan negeri gajah putih, maka perekonomian Asia Tenggara diprediksi ikut tergerus dari 5% menjadi 4,6%.

Dari 11 negara penting di Asia Tenggara, Thailand menjadi negara dengan iklim bisnis dan penanaman modal terburuk di tahun 2014. Di tengah kisruh kekuasaan yang berlangsung lama, pertumbuhan investasi di negara ini semakin lesu saja. Menurut data yang dirilis badan koordinasi penanaman modal Thailand, jumlah investasi sepanjang 8 bulan pertama 2014 anjlok 27,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan penurunan dalam hal jumlah pengajuan investasi lebih parah lagi yakni mencapai 38,2%.

Sektor-sektor ekonomi riil yang selama ini menjadi mesin pencetak uang bagi investor asing dan lokal, seperti otomotif , juga tidak lagi mampu menghasilkan performa baik sepanjang tahun ini. Thailand bahkan diramalkan harus merelakan statusnya sebagai pangsa pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara kepada Indonesia. Kecilnya angka penjualan kendaraan bermotor dalam beberapa bulan terakhir menjadi landasan proyeksi tersebut.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar