Rabu, 29 Maret 2017

world-economy  World Economy

PM Turki Tebar Ancaman kepada Para Spekulan

Senin, 10 Juni 2013 16:45 WIB
Dibaca 564

Monexnews - Setelah mengalami pekan yang buruk, pasar keuangan Turki kembali dibuka hari Senin. Peta pergerakan harga produk investasi masih serupa, nilai tukar Lira jatuh terhadap Dollar sementara pembukaan pasar saham tertunda karena adanya gangguan.

Perdana Menteri Tayyip Erdogan kemarin mengancam akan 'menjewer' para spekulan yang memanfaatkan gejolak di pasar keuangan untuk meraup keuntungan pribadi. Dalam pernyataannya Erdogan menyebut mereka yang berupaya menghancurkan bursa pada akhirnya akan hancur. Demikian pula dengan spekulan yang menghasilkan kekayaan dari instabilitas harga di pasar saham. "Kalau kami mengetahui aksi anda, maka kami akan menjewer anda. Tidak peduli siapapun anda," kecam PM Turki dalam keterangan pers kemarin.

Di Istanbul, pihak operator mengumumkan penundaan sesi karena kendala teknis. Saat dibuka satu jam setelah waktu normal, indeks saham utama langsung turun 1.80% ke 76.916. Sedangkan di saat yang sama nilai tukar Lira anjlok 0.6% terhadap Dollar pasca muncul peringatan dari lembaga rating tentang buruknya prospek investasi Turki di tengah gelombang demonstrasi massa. Menurut Moodys, aksi demonstrasi berdampak negatif terhadap iklim investasi dan bisnis wisata di negara itu.

Bersamaan dengan peringatannya kemarin, Erdogan menilai apa yang terjadi di pasar keuangan merupakan spekulasi tingkat tinggi yang dilakukan oleh pihak-pihak kuat. Oleh karena itu, ia menyerukan warga Turki untuk menyimpan asetnya di bank-bank negara dan bukan di bank komersial.

Indeks utama Turki kini benar-benar menapaki fase bearish, anjlok sekitar 19% sejak 22 Mei. Investor ritel dan institusi telah menjauhi bursa saham dan belum berniat kembali sampai kondisi politik berangsur stabil. Timothy Ash, Kepala Investasi Standard Bank wilayah negara berkembang, kepada CNBC mengatakan pihaknya merekomendasikan pengurangan posisi di Turki untuk sementara waktu. Mata uang Lira melemah ke level 1.9050 per Dollar dari 1.8850, sedangkan imbal hasil obligasi naik dari 6.42% ke 6.78%.

Perusahaan investasi Cumberland Advisors, yang mengelola aset sebesar $2.3 miliar, bahkan sudah memangkas investasinya di Turki hingga level nihil karena cemas dengan kondisi politik domestik. Pihak perseroan khawatir jika eskalasi kerusuhan terus meningkat di tengah kondisi ekonomi yang belum ideal. Terlebih lagi perekonomian Turki telah melambat sampai hanya 2.2% tahun lalu.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar