Selasa, 30 Mei 2017

world-economy  World Economy

Pola Penyerapan Anggaran RI Membaik

Kamis, 1 Agustus 2013 14:22 WIB
Dibaca 439

Monexnews - Realisasi kinerja pengelolaan anggaran Indonesia pada tahun ini dinilai lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Meskipun sampai dengan 23 Juli 2013, masih tercatat surplus pembiayaan sebesar Rp82,3 triliun. Demikian disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Anggaran Askolani di Jakarta, Selasa (30/7).

Ia memaparkan sampai dengan 23 Juli 2013, realisasi pendapatan total sebesar 48,6 persen atau Rp729,7 triliun dari target APBN-P 2013, di mana nominal ini lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu sebesar 49 persen atau Rp666 triliun. Sedangkan untuk belanja negara tercatat sebesar 44,1 persen atau Rp761 triliun rupiah dari target APBN-P 2013 atau mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu sebesar Rp689 triliun atau 44,5 persen.

"Dengan realisasi tersebut maka untuk defisit anggaran telah tercapai Rp31,5 triliun atau 0,33 persen dari PDB sehingga masih inline dengan target sebesar 2,38 persen," urainya.

Menurutnya, untuk pencapaian pembiayaan sebesar Rp133 triliun dan masih mencatatkan cash yang surplus sebesar Rp82,3 triliun. Namun, jika membandingkan dengan tahun lalu maka polanya tidak jauh berbeda di mana tahun lalu mencapai Rp84,9 triliun.

Dengan posisi tersebut, maka defisit anggaran tercatat Rp31,5 triliun atau 0,33 persen dari PDB. “Dengan adanya defisit Rp31,5 triliun dan pencapaian pembiayaan Rp113 triliun maka kita ada surplus pembiayaan cash sebesar Rp82,3 triliun,” urainya.

Ia mengakui untuk mempercepat penyerapan anggaran ini maka Kementerian Keuangan akan terus memantau kinerja dari K/L, dan membuat simplikasi proses penyelesaian DIPA lebih cepat dan mudah, sehingga bisa dibuka dan dicairkan dengan cepat. Namun, tidak dapat dipungkiri sampai bulan Juli ini masih ada tantangan dari anggaran yang masih terblokir sebesar Rp36 triliun. Kementerian Keuangan juga telah meminta K/L untuk mengklarifikasi dan mengkomunikasikan agar lebih cepat, baik dari sisi kelengkapan dokumen maupun persyaratan, agar DIPA dapat dicairkan dengan cepat.

“K/L sudah mengklarifikasi dari Rp36 triliun ini mereka komit Rp24 triliun optimis bisa terserap, Rp4,4 triliun masih klarifikasi, Rp1,4 triliun yang kemungkinan tidak terserap kemudian ada Rp6 triliun yang akan dihemat. Ini kemudian akan terus dipantau dan ingatkan K/L untuk bisa mempercepat proses penyerapan anggaran,” imbuhnya.

Kendati demikian, tambah dia, berdasarkan pengalaman tahun lalu, realisasi belanja sebesar 97 persen didorong oleh belanja subsidi sedangkan belanja K/L hanya 89 persen. Oleh karena itu, pada tahun ini, realisasi anggaran K/L diharapkan bisa lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu, meskipun hal tersebut akan tergantung implementasi di lapangan.

“Kalau dengan pola dan presentase sudah cukup baik dan kemudian kita coba simplifikasi dan mengingatkan K/L untuk percepatan penyerapan anggaran. Mudah-mudahan K/L juga terpancing mem-push belanjanya lebih baik dari tahun lalu,” pungkasnya.


sumber: rilis resmi Departemen Keuangan Republik Indonesia (www.depkeu.go.id)

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar