Jumat, 28 Juli 2017

world-economy  World Economy

Portugal: ECB akan Keluarkan Kebijakan Agresif

Selasa, 15 April 2014 14:45 WIB
Dibaca 528

Monexnews - Bank Sentral Eropa (ECB) sedang berjuang memerangi masalah inflasi rendah dan pertumbuhan ekonomi yang stagnan. Berbagai strategi mulai dipaparkan di atas meja, termasuk wacana penyuntikan stimulus.

Walaupun banyak pihak mengkritisi kegagalan ECB dalam menaikkan harga-harga di level konsumen, masih ada perwakilan zona Euro yang optimis Mario Draghi dan kolega mampu mengatasi masalah ini. Salah satunya adalah Maria Luis Albequerque, Menteri Keuangan Portugal. Menurutnya, ECB akan mengeluarkan kebijakan super longgar dalam waktu dekat. Maria percaya dewan pengambil keputusan bank sentral mampu menelurkan suatu gagasan yang mampu membawa perubahan di zona Euro. "Kita tinggal menunggu rincian programnya saja," tegas Maria kepada CNBC. Pun demikian, ia mengingatkan bank sentral supaya bersikap hati-hati dalam membuat kebijakan karena kondisi ekonomi setiap negara tidak sama. "Negara anggota Euro tidak menghadapi masalah dan tantangan yang sama. Tapi saya yakin ECB mampu menyelesaikan masalah," kilah Maria.

Trend perlambatan ekonomi memang masih membayangi zona Euro pasca krisis hutang tiga tahun lalu. Bank sentral belum berhasil menjawab tantangan tersebut meskipun sudah melakukan berbagai strategi pelonggaran moneter. Karena alasan itulah, European Central Bank (ECB) menunjukkan kesediaannya untuk mengadaptasi kebijakan yang selama ini berlaku di Amerika Serikat. Kombinasi antara suku bunga negatif dan pencetakan uang baru menjadi jalan terakhir untuk menggenjot inflasi di negara-negara pengguna mata uang tunggal. Mario Draghi sepertinya tidak alergi lagi untuk meniru strategi Federal Reserve Bank setelah berbagai program yang mereka terapkan gagal menemui hasil. Namun begitu, stimulus baru benar-benar dikucurkan apabila indikasi perlambatan masih terlihat pada pertemuan bank sentral bulan depan.

Tekanan untuk meluncurkan stimulus ekonomi makin mengemuka setelah data inflasi zona Euro anjlok ke 0.5% (Maret) atau level terendahnya sejak bulan November 2009. Padahal bank sentral menargetkan inflasi ideal dekat angka 2% untuk jangka menengah. Lambatnya proses kenaikan harga sangat menghambat upaya percepatan ekonomi di sebagian besar negara. Di sisi lain, hasil survei purchasing manager terbaru menunjukkan bahwa trend pemulihan ekonomi tetap berjalan dan berekspansi selama sembilan bulan beruntun. Tetapi agar bisa terus beroperasi, perusahaan dan pabrik dipaksa menunrunkan harga jual produk karena minat beli konsumen belum pulih benar. Penurunan daya belanja warga Eropa sejalan dengan tingginya angka pengangguran zona Euro, yang sudah mencapai rekor tertinggi 12%.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar