Rabu, 26 Juli 2017

world-economy  World Economy

Portugal & Irlandia Minta Bantuan Ekstra dari ECB?

Rabu, 6 Februari 2013 15:43 WIB
Dibaca 559

Monexnews - Irlandia dan Portugal sedang membidik bantuan dana tambahan dari European Central Bank(ECB) untuk bisa kembali mengakses pasar obligasi secara penuh. Demikian laporan dua media Jerman hari ini, setelah mengutip pernyataan dari sumber yang tidak disebut namanya. 

Portugal meminta ECB untuk mengaktifkan program pembelian obligasinya atau dikenal dengan sebutan Outright Monetary Transactions (OMT). Pemerintah ingin membangun kembali kepercayaan investor terhadap perekonomian dan kemampuan bayar negara Iberia itu. Sayangnya, harian Handelsblatt menulis 23 anggota utama dewan ECB telah menolak tujuan penggunaan dana OMT untuk menolong negara-negara bermasalah yang ingin kembali ke pasar obligasi.

Akhir bulan lalu, Sekretaris Kementerian Keuangan Portugal, Maria Luis Albuquerque menegaskan pemerintah belum menerima salinan ketentuan dalam program OMT. Pernyataan ini terlontar setelah Portugal sukses melepas obligasi tenor 5-tahun dalam debutnya di pasar hutang. Sejak hampir dua tahun lalu, negara ini tidak bisa masuk ke pasar obligasi sesuai ketentuan bailout Eropa. Portugal masih ingin mempelajari ketentuan dalam pasal-pasal OMT sebelum memutuskan langkah lebih lanjut. 

Sementara media Die Welt juga menyebut Portugal tengah berencana meminta perpanjangan tempo pembayaran pinjamannya dari pos permanen ESM sebanyak 10 hingga 15 tahun lagi. Langkah ini diambil supaya pemerintah bisa melunasi pembayarannya dengan lebih 'lancar' seraya memulihkan perekonomian dalam negeri. Apabila kabar tersebut benar adanya, maka Portugal masih harus menunggu restu parlemen Jerman. Proses inilah yang diyakini akan berlangsung alot mengingat selama dua tahun terakhir anggota legislatif di negara perekonomian terbesar Eropa itu telah memberikan toleransi terhadap peran pemerintah dalam upaya pemulihan Eropa. Apalagi Jerman segera menggelar pemilihan umum di bulan September. Pejabat parlemen dan pemerintahan kemungkinan tidak akan mengambil langkah berani terkait penggunaan dana pajak masyarakat.

Di saat yang sama, Irlandia juga diberitakan tengah mengupayakan pemutihan sebagian tanggungannya dari total hutang yang mencapai 31 miliar Euro ($42.2 miliar). Dana bailout yang didapat oleh pemerintah Dublin dari ECB itu telah dipergunakan untuk membantu kecukupan modal perbankan di tengah krisis finansial. Bank-bank yang beberapa tahun lalu mengalami krisis likuiditas sudah mendapat fasilitas pinjaman lunak yang didistribusikan oleh bank sentral Irlandia. ECB pernah menyatakan bahwa kebijakan penghapusan hutang bukanlah domain dewan gubernur dan sama artinya dengan menyalahi konstitusi. Oleh karena itu upaya Irlandia ini dipastikan menemui proses alot apabila memang benar diajukan oleh pemerintah dalam beberapa pekan ke depan.

Harian Die Welt juga melaporkan bahwa pemerintahan koalisi Irlandia akan bertemu pekan ini untuk membahas wacana pelonggaran hutang. Baik media Handelsblatt maupun Die Welt menulis Irlandia berencana mengkonversi surat hutang jangka pendeknya menjadi obligasi pemerintah, yang bunganya lebih notabene lebih rendah. Tekanan akan adanya kebijakan alternatif mengemuka karena masa pembayaran surat hutang promissory Irlandia akan jatuh tempo pada bulan Maret mendatang. Perdana menteri Enda Kenny berupaya meyakinkan pihak parlemen bahwa koalisi pemerintahan tidak akan runtuh apabila pihaknya gagal meminta pelonggaran pembayaran tersebut.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar