Selasa, 24 Januari 2017

breaking-news Keputusan Mahkamah Agung Inggris: proses formal Brexit harus melalui persetujuan parlemen.

world-economy  World Economy

Presiden ADB akan Duduki Kursi Tertinggi Bank of Japan?

Senin, 25 Februari 2013 10:49 WIB
Dibaca 685

Monexnews - Teka-teki soal siapa pengganti Masaaki Shirakawa sebagai pimpinan bank sentral Jepang terjawab sudah. Setidaknya kesimpulan itulah yang diapungkan oleh media dan pers Jepang di awal pekan ini.

Meskipun belum ada pengumuman apapun dari pihak pemerintah, media Jepang dan luar negeri menyebut perdana menteri Shinzo Abe akan mengajukan nama Haruhiko Kuroda sebagai kandidat utama gubernur Bank of Japan. Presiden Asian Development Bank ini merupakan pakar kebijakan yang sangat pro-pertumbuhan ekonomi dan memiliki rekam jejak mumpuni dalam bidang keuangan internasional. Lebih dari itu, pola pikirnya bahkan dianggap sebagai cerminan cita-cita Abe akan perubahan peta moneter Jepang ke arah yang lebih baik.

Komitmen Shinzo Abe dalam kampanye perdana menteri tahun lalu terfokus pada kebijakan fiskal dan moneter yang agresif, termasuk penghentian fase deflasi. Ia bersedia mengambil langkah radikal demi penyelamatan ekonomi Jepang yang tengah stagnan. Mata uang Yen merespon transisi kebijakan pemerintah dengan pelemahan mencapai 21% terhadap Dollar sejak bulan Oktober 2012, sekaligus mendongkrak indeks saham ke level lebih tinggi. Mata uang Jepang bahkan mengalami pelemahan terhadap mata-mata uang Asia dan Euro, sehingga memicu kritik bahwa depresiasi ini sengaja dilakukan oleh Tokyo guna meningkatkan daya saing produk ekspor Jepang di luar negeri.

Haruhiko Kuroda telah berulangkali menyatakan kesiapannya mengeksekusi keinginan Shinzo Abe. Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal awal bulan ini, Kuroda menyebut lini moneter Jepang memiliki banyak ruang untuk pelonggaran. "Jika diperlukan, fleksibilitas moneter bisa dipergunakan sesuai keinginan," ujarnya kala itu. Sebelum Masaaki Shirakawa lengser 19 Maret nanti, pemerintah diharuskan sudah mengajukan satu nama gubernur dan dua deputi baru kepada parlemen. Proses pengajuannya diperkirakan berlangsung pekan ini.

Kuroda memiliki cara pandang yang bisa mewakili kehendak sang perdana menteri. Ia setuju dengan penetapan target inflasi 2% terlepas dari risiko dan kendala yang membayanginya. "Anda tidak bisa menunggu 10 atau 15 tahun lagi. Target (inflasi 2%) harus dicapai secepatnya," tegas Kuroda. Ia juga membela kondisi pelemahan nilai tukar Yen beberapa pekan terakhir, yang menuai kritikan pedas dari pejabat keuangan negara ekonomi maju lainnya. "Dari perspektif global, kalau Jepang terus mengalami deflasi dan perlambatan ekonomi maka dampaknya juga tidak bagus bagi perekonomian dunia," tuturnya.

Nilai tukar Yen melemah lagi ke level 94.3 pasca spekulasi penunjukan Kuroda sebagai gubernur bank sentral hari ini. Sementara indeks Nikkei melonjak sekitar 2% di tengah optimisme munculnya kepemimpinan baru BOJ yang lebih pro-bisnis.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar