Senin, 24 Juli 2017

world-economy  World Economy

Presiden Obama Ajukan Proposal Dana Rp76 triliun untuk Berantas Ebola

Rabu, 3 Desember 2014 9:46 WIB
Dibaca 583

Monexnews - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, meminta pihak kongres untuk meneken proposal dana penanggulangan Ebola senilai $6,18 miliar atau setara Rp76 triliun. Gedung Putih bersikeras aksi melawan Ebola belum usai meski wabah penularannya tidak separah beberapa bulan lalu.

"Setiap gejala (Ebola) harus ditangani, karena jika tidak maka bisa memicu masalah baru," demikian ujar Obama semalam. Ia juga menyerukan warga Amerika untuk tidak cepat puas sampai virus asal Afrika benar-benar punah dari muka bumi.

Presiden sangat serius dalam menyikapi kabar penyebaran Ebola. Ia langsung mengunjungi laboratorium National Institute of Health, tempat di mana tim peneliti medis mengumumkan hasil uji coba vaksin anti-Ebola pekan lalu. Pemerintah menyambut baik kesuksesan pengembangan vaksin dan berkomitmen memberi dukungan lebih besar.

Kepada kongres, Barack Obama memaparkan rencananya untuk merespon segala indikasi penyebaran Ebola secara cepat apabila proposal dananya direstui. Namun tidak ada jaminan bahwa pemerintah akan mendapatkan dana sesuai permohonan karena kongres bisa saja menyunat alokasi anggaran tertentu. Pos yang paling mungkin dipangkas oleh kongres adalah anggaran dana darurat yang jumlahnya mencapai $1,5 miliar.

Sejak bulan Maret lalu, Ebola telah menjangkiti 17.000 orang dan menewaskan lebih dari 6000 jiwa. Oleh karena itulah, Amerika Serikat tidak ingin kasus ini terulang di masa depan dan menjadi isu internasional. Gedung Putih ingin memakai sebagian dana penanganan Ebola untuk berinvestasi di negara-negara penularan Ebola utama seperti Guinea, Sierra Leone dan Liberia. Dengan membangun sistem kesehatan yang kuat di Afrika, masyarakat internasional akan lebih mudah menanggulangi penularan virus-virus berbahaya.

Pemerintah Obama sendiri sempat dikritik habis-habisan karena kecolongan dalam penanganan Ebola. Di bulan September lalu, seorang pria yang datang dari Liberia ke kota Dallas dipastikan terjangkit Ebola dan meninggal dunia. Sejak saat itu, pengawasan dan perawatan pasien terduga Ebola diperketat khususnya di kota-kota besar Amerika. Sekarang sudah ada 35 rumah sakit yang dilengkapi alat-alat isolasi dan perawatan wabah Ebola.



(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar