Sabtu, 16 Desember 2017

world-economy  World Economy

Presiden Prancis Pecat Menteri yang Vokal

Rabu, 3 Juli 2013 10:32 WIB
Dibaca 387

Monexnews -  Trend pengunduran diri dan pemecatan ramai mewarnai dunia politik dan ekonomi Eropa. Setelah pemerintahan Portugal ditinggal dua menterinya, kini giliran Prancis yang harus kehilangan salah satu anggota kabinet.

Presiden Francois Hollande dikaporkan telah memecat menteri lingkungan, Delphine Batho, karena sang menteri dianggap terlalu kritis. Phillippe Martin ditunjuk untuk menggantikan posisi wanita yang kerap kali menentang langkah pemerintah itu.

Sebelumnya, menteri keuangan Pierre Moscovici mengumumkan rencana penghematan anggaran senilai 14 miliar Euro tahun depan. Efisiensi tersebut bertujuan untuk menggerus beban defisit negara yang makin menggunung. Pemangkasan anggaran 2014 merupakan efisiensi keuangan pertama di Prancis sejak 1958 dan menuai kecaman termasuk dari dalam kabinet sendiri. Friksi bisa dimaklumi karena efisiensi juga meliputi seluruh departemen yang secara langsung bertanggung jawab terhadap kesejahteraan warga. 

Delphine Batho kepada media menyatakan tidak setuju dengan pemotongan alokasi dana sebesar 7% untuk kementerian energi dan lingkungan hidup yang dibawahinya. Atas pernyataannya itu, menteri wanita berusia 40 tahun ini dipanggil oleh perdana menteri Jean-Marc Ayrault sebelum akhirnya benar-benar didepak oleh presiden Francois Hollande.

Batho resmi menjadi menteri pertama di kabinet Francois Hollande yang dipecat dini karena melanggar kode etik kabinet. Saat pertama kali dibentuk, Presiden Prancis sudah menyerukan anggota kabinet supaya jangan menentang segala kebijakan pusat meskipun secara pribadi tidak sepakat. "Prancis akan tetap mengutamakan pemangkasan anggaran nasional," tegas menkeu Moscovici kepada parlemen beberapa saat setelah pemecatan Batho. Ia juga mengatakan bahwa efisiensi tahun depan kembali akan dilanjutkan pada tahun berikutnya sampai keseimbangan neraca tercapai. Prancis menargetkan pemangkasan defisit menjadi 3.9% dari total GDP tahun ini, kemudian berkurang jadi 3.6% dan 2.8% dalam dua tahun ke depan.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar