Kamis, 27 Juli 2017

world-economy  World Economy

Produsen Ponsel China Tantang Raksasa Amerika dan Korea

Kamis, 26 Desember 2013 11:17 WIB
Dibaca 903

Monexnews - Persaingan industri ponsel di wilayah Asia semakin seru dalam setahun terakhir. Bukan hanya didominasi oleh pemain besar seperti Samsung dan Apple, pasar smartphone juga diramaikan oleh produsen 'kuda hitam' yang kebanyakan berasal dari China.

Menyambut tahun 2014, perusahaan spesialis pembuat ponsel murah asal China, Xiaomi, siap memberi kejutan. Bukan hanya dengan mengusung produk anyar, perusahaan ini konon siap merangkul komunitas pengguna internasional untuk ikut menyebarkan reputasi bagus produknya ke seluruh dunia. Xiaomi akan menyokong aktivitas pengguna ponselnya di forum-forum internet sehingga mereka yang berada di wilayah manapun dapat saling berbagi informasi. Dengan memanfaatkan komunikasi antar pengguna, penyebaran berita tentang kualitas ponsel bisa lebih cepat ketimbang hanya memanfaatkan media konvensional seperti iklan visual.

Xiaomi memang benar-benar serius bermain di industri ponsel dunia. Untuk mewujudkan mimpi ini, pihak direksi bahkan sampai harus membajak mantan Wakil Presiden Google Android di bulan Agustus lalu. Hugo Barra, orang yang berperan memajukan Android selama setengah dasawarsa terakhir, akan resmii kiprahnya sebagai Vice President di Xiaomi pada bulan Oktober kemarin.

Xiaomi merupakan produsen smartphone terbesar ke-enam di China yang berambisi meramaikan persaingan ponsel global. CEO-nya yang bernama Lei Jun kerap disebut sebagai 'Steve Jobs-nya China karena sering bergaya ala pendiri Apple Inc tersebut, yakni berpakaian serba hitam dengan dipadu bawahan celana denim. Terlepas dari julukan itu, salah satu orang terkaya di China versi majalah Forbes ini memang memiliki harapan besar terhadap perusahaan yang dipimpinnya. Walaupun bisa disebut 'bayi' di pasar ponsel, Xiaomi mempunyai target dan program besar, yang salah satunya adalah menarik orang terbaik di Android untuk memperkaya cakupan bisnis perseroan.

Didirikan pada tahun 2010, Xiaomi membidik pasar kelas menengah dengan berbekal tawaran ponsel dengan harga terjangkau. Perusahaan mendulang pemasukan sebesar $2 miliar pada tahun lalu dan rapor penjualannya bahkan mampu melangkahi penjualan Apple di wilayah China pada kuartal II 2013. Walaupun masih kalah dibanding Samsung, Lenovo, Yulong, ZTE dan Huawei, ponsel buatan Xiaomi mampu menyumbang kontribusi 5% terhadap total pengiriman ke China. Menurut hasil penelitian IDC, Xiaomi berpeluang memperluas pangsa pasar di industri ponsel dunia yang perputaran uangnya diprediksi mencapai 740.5 miliar Yuan ($117.8 miliar) pada tahun 2017 mendatang. Ponsel murah terakhir yang diterbitkan oleh Xiaomi diberi nama 'Hongmi' dan sukses terjual sebanyak 100.000 unit dalam 90 detik peluncurannya. Perseroan kini sedang memproduksi total sebanyak 7.45 juta unit ponsel guna memenuhi permintaan masyarakat.

Pasar ponsel murah memang masih cukup besar di China dan negara Asia, terlepas dari trend penggunaan smartphone berbasis iOS dan Android. Bukannya bangkrut, produsen yang termasuk golongan 'anak bawang' justru menjawab tantangan dengan membuat produk cerdas berbasis kedua sistem operasi itu dengan harga terjangkau. Ponsel seri Mi 3 buatan Xiaomi menjadi contoh betapa kompetitifnya produsen China dalam menentukan harga jual. Dengan kecanggihan sekelas ponsel premium Android atau iPhone, Mi 3 hanya dibanderol separuh dari harga produk sejenis buatan merk kenamaan. Bukan tidak mungkin dalam 3-5 tahun ke depan eksistensi Samsung dan Apple di Asia justru diusik oleh produsen-produsen pembuat ponsel murah. 

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar