Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Klaim pengangguran AS turun menjadi 234K di pekan lalu vs 249K, estimasi pada 252K

world-economy World Economy

Program Reformasi Struktural Akan Jadi Agenda Pemerintah Baru

Kamis, 29 Mei 2014 11:11 WIB
Dibaca 280

Monexnews - Program reformasi struktural akan menjadi agenda yang disampaikan bagi Presiden dan Wakil Presiden terpilih selanjutnya. Program ini dinilai sebagai kunci bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Karena melalui program ini, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 mendatang akan meningkat menjadi 6,5 persen.

"Dengan kebijakan itu, tahun 2018 pertumbuhan ekonomi kita bisa 6,5 persen," kata Asisten Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Muslimin Anwar seperti dikutip melalui infopublik.org pada Rabu (28/5).

Selain itu, Muslimin mengatakan, untuk mencapai akselerasi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibutuhkan tiga pilar yaitu memperkuat basis pembiayaan pembangunan, meningkatkan daya saing ekonomi nasional, dan memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Pilar pertama adalah upaya mendorong transaksi repo antar bank untuk mendukung terbentuknya interbank money market line, yang luas dan tahan terhadap gejolak pasar. Upaya tersebut menjadi tanggung jawab BI selaku otoritas moneter, OJK selalu otoritas pasar modal, Kementerian Keuangan selaku otoritas fiskal, pelaku pasar keuangan, serta pemangku kepentingan lainya.

Pilar kedua yang perlu dilakukan adalah upaya agar seluruh wilayah Indonesia menjadi wilayah ekosistem inovasi berbasis industri, peningkatan kapabilitas industri dan kapasitas inovasi di sisi penawaran (industrial upgrading). Di pulau Jawa dapat dikembangkan industri berteknologi tinggi, sedangkan di luar Jawa untuk pengembangan industri bahan baku.

Ketiga adalah melalui percepatan pembangunan infrastruktur untuk konektivitas dan digital yang didukung oleh penguatan ketahanan pangan dan energi. Di sisi lain, optimalisasi ruang fiskal untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan stimulus ekonomi, khususnya belanja modal, juga dinilai penting. (fin)

 

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

-disadur tanpa penyuntingan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar