Sabtu, 27 Mei 2017

world-economy  World Economy

Proyek Pembangunan Jadi Aset Penjamin Obligasi Bank Infrastruktur

Senin, 6 April 2015 16:13 WIB
Dibaca 379

Monexnews - Lembaga pembiayaan khusus pembangunan infrastruktur, atau bank infrastruktur, menjadi hal penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia. Proyek-proyek pembangunan tersebut akan dibuat sebagai underlying assets bagi penerbitan obligasi yang ditujukan sebagai sumber pembiayaan. "Seperti yang dilakukan World Bank dan ADB," jelas Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro di Jakarta pada pekan lalu.

Ia melihat bahwa potensi pembiayaan yang dapat dilakukan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) akan sangat besar. "Dengan modal awal kira-kira Rp25 triliun, setelah ada pengalihan sebagai lembaga pembiayaan, bisa leverage sampai 6 kali atau lebih, hingga bisa membiayai sampai Rp150 triliun," tambah Bambang.

Bank infrastruktur ini dapat beroperasi setelah penyelesaian pengalihan dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) ke SMI. Secara penamaan, lembaga tersebut tidak akan mengalami perubahan namun secara fungsi berubah sebagai lembaga pembiayaan infrastruktur. "Namanya tidak akan berubah, tapi fungsinya akan jadi Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia (LPPI)," pungkasnya. (as)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa penyuntingan (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar