Jumat, 20 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Rangkap Posisi Pengawas, ECB Berhak Hukum Bank-bank Nakal

Rabu, 16 April 2014 10:26 WIB
Dibaca 479

Monexnews - Bank Sentral Eropa (ECB) akan menjadi lembaga super-power dalam struktur pengawasan industri perbankan di benua biru. Di bawah aturan perbankan yang baru, lembaga pimpinan Mario Draghi ini mempunyai wewenang untuk menghukum bank-bank yang 'nakal'.

Anggota ECB dan Deputi Gubernur Bank Sentral Irlandia, Cyril Roux, beberapa saat lalu mengatakan ketika nanti resmi menjadi pengawas perbankan Eropa, ECB memang tidak berwenang untuk memberikan sanksi kepada individu yang menyalahi aturan. Namun lembaga ini mempunyai kuasa dalam pemberian hukuman kepada bank-bank yang melanggar regulasi Uni Eropa. Tidak hanya itu, ECB juga berhak menjatuhkan sanksi kepada lembaga keuangan yang lebih kecil dibandingkan bank-bank swasta.

"Hukuman dan prosesnya akan beragam, namun pendekatan yang dilakukan oleh ECB dan bank sentral masing-masing negara kurang lebih sama," ujar Roux kepada awak media. ECB memang akan resmi memegang peran rangkap sebagai otoritas moneter dan pengawas perbankan Eropa dalam waktu dekat tahun ini. Pemerintah Uni Eropa sedang melakukan proses administrasi dan sosialisasi kepada pelaku industri sebelum putusan ini berlaku.

Tujuan utama dari pemberian wewenang pengawasan bank kepada ECB adalah untuk memperketat ruang spekulasi dan pelanggaran di sektor ini. Anggota Uni Eropa sepakat untuk tidak mengulangi kesalahan sistem yang menyebabkan beberapa negara bangkrut dan terpaksa menerima dana bail out. "Tidak hanya buat Irlandia, pengawasan ECB akan sangat berarti bagi zona Euro dan seluruh anggota Uni Eropa," tegas Roux.

Sebelum tugas barunya diresmikan, ECB meminta semua bank di Eropa untuk melaksanakan stress test atau uji ketahanan di musim gugur tahun ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui status keuangan masing-masing bank dan sejauh mana mereka bisa bertahan di tengah skenario krisis sistemik seperti yang melanda Amerika Serikat dan Eropa beberapa tahun silam. Setelah itu, ECB akan memberikan rekomendasi serta memberikan pengawasan khusus bagi bank-bank yang kondisi neracanya kurang ideal. "Bank swasta harus bisa mencatat kecukupan modal 8pc untuk skenario kondisi normal dan 5.5pc di tengah situasi krisis," imbuh Roux.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar