Minggu, 26 Maret 2017

world-economy  World Economy

RBA Diperkirakan Akan Tetap Dovish

Senin, 30 Juni 2014 11:14 WIB
Dibaca 537

Monexnews - Selisih yield obligasi Australia dan AS menyempit ke level rendah 11 bulan seiring trader memperkirakan Reserve Bank of Australia akan kembali mempertahankan nada dovish meski setelah Federal Reserve bersiap untuk mengetatkan kebijakan. Premi yield obligasi 10 tahunan Australia dengan obligasi serupa di AS menyempit menjadi 1.03% pada tanggal 27 Juni lalu, level terendah sejak 1 Agustus, dari level tinggi tahun ini pada 1.53 di bulan Maret. Optimisme bahwa RBA, yang akan bertemu besok, akan memangkas tingkat suku bunga hingga akhir tahun naik menjadi 28% pekan lalu dari 9% tanggal 13 Juni lalu, menurut data swap.

Gubernur RBA Glenn Stevens saat ini sedang berusaha mengetahui seberapa banyak tingkat suku bunga rendah pada 2.5% akan menutupi penurunan pada tingkat investasi sektor pertambahan dan mengetatnya anggaran, terutama seiring mata uang memberikan dukungan yang minim untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi. Booming pada sektor perumahan Australia telah melambat, dan sentimen bisnis dan konsumen masih rendah. “Kita akan melihat adanya pertumbuhan pendapatan dan konsumen yang lemah pada kuartal selanjutnya dan seterusnya,” ucap Peter Jolly, kepala bagian riset pada National Australia Bank Ltd. di Sydney. “The Fed berada dalam jalur untuk menaikkan tingkat suku bunga, sementara di Australia bias masih menuju pelonggaran jika RBA mengambil langkah dalam 12 bulan kedepan.” Ia mengatakan data yang buruk dapat menikkan optimisme pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun menjadi 50%.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar