Kamis, 27 Juli 2017

world-economy  World Economy

RBA Masih Buka Peluang Pemangkasan Suku Bunga

Selasa, 17 Desember 2013 8:43 WIB
Dibaca 519

Monexnews - Bank sentral Australia mengatakan bahwa telah ada sinyal lanjutan bahwa pemangkasan suku bunga di masa lalu efektif untuk menstimulasi perekonomian, meski tidak menutup peluang untuk pelonggaran lanjutan jika dibutuhkan. Dalam minutes pertemuan tanggal 3 Desember lalu, Reserve Bank of Australia (RBA) juga mengatakan dollar Australia masih terlalu kuat kendati fakta bahwa aussie telah melemah tajam selama beberapa bulan belakangan.

RBA mempertahankan tingkat suku bunganya pada rekor rendah 2.5% untuk keempat bulannya di bulan Desember, setelah memangkas sebanyak 225 basis poin sejak akhir 2011. RBA akan menggelar pertemuan kebijakan selanjutnya pada bulan Februari dan pasar memprediksikan hampir tidak ada peluang untuk pemangkasan suku bunga.

"Telah ada sinyal lanjutan efek stimulus dari suku bunga rendah, terutama pada pasar perumahan, dan dampak lainnya mungkin akan terus berdatangan," ucap RBA. "Penilaian dewan kebijakan masih tetap, mengingat bahwa kebijakan stimulus telah disampaikan, alangkah bijaksananya untuk menahan tingkat suku bunga sembari melihat dampak pemangkasan sebelumnya." RBA menambahkan bahwa akan terus membuka peluang untuk pemangkasan suku bunga lanjutan “jika hal tersebut dibutuhkan untuk mendukung tingkat pertumbuhan yang berkepanjangan pada aktivitas perekonomian, konsisten dengan target inflasi."

Bank sentral telah lama mengatakan lebih menginginkan mata uangnya untuk melemah guna membantu menstimulasi sektor terkait ekspor ketimbang memangkas suku bunga. Dalam wawancara belakangan ini, Gubernur RBA Glenn Stevens mengatakan level $0.85 akan lebih sesuai daripada $0.95. Sejak komentarnya, dollar Aussie telah turun ke bawah $0.90.

"Kendati nilai tukar mata uang telah terdepresiasi dalam beberapa bulan, anggota dewan sepakat bahwa nilai tukar mata uang masih terlalu tinggi dan dibutuhkan pelemahan lanjutan untuk mencapai pertumbuhan yang seimbang pada perekonomian,” menurut minutes RBA. RBA memang mengatakan investasi pertambangan nampaknya akan berkurang dalam beberapa tahun kedepan dan sementara sektor investasi bisnis lainnya diperkirakan akan bangkit dari level rendah saat ini, hal itu akan memakan waktu yang cukup lama.

Mengenai China, pasar ekspor terbesar Australia, RBA mengatakan tingkat pertumbuhan nampak membaik di semester kedua tahun 2013. “Dewan kebijakan kan terus memantau data dalam beberapa bulan ke depan untuk menilai apakan kebijakan moneter masih sesuai,” menurut minutes

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar