Senin, 27 Maret 2017

world-economy  World Economy

RBA: Penyeimbangan Kembali Perekonomian Australia Butuh Waktu

Kamis, 3 Juli 2014 15:10 WIB
Dibaca 506

Monexnews - Penyeimbangan kembali perekonomian Australia dari booming sektor pertambangan masih berada dalam tahap awal, ucap salah satu petinggi bank sentral pada hari Kamis, sembari memperingatkan investor bahwa mereka menganggap remeh resiko pelemahan tajam yang mungkin terjadi pada dollar Australia. Peringatan terhadap mata uang dari Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Glenn Stevens memiliki dampak seperti yang diinginkan, melemahkan aussie sekitar 50 sen per dollar AS menjadi di kisaran $0.9380. Investor juga menganggap komentar Steven memperkuat outlook tingkat suku bunga akan tetap berada di rekor rendah, dan mungkin akan kembali membuka peluang untuk pemangkasan lebih lanjut jika dibutuhkan.

"Gubernur RBA telah memberikan pernyataan yang jelas sejauh ini bahwa tingkat suku bunga rendah kemungkinan akan menjadi bagian dari perekomian hingga jangka menengah," ucap Savanth Sebastian, ekonom pada CommSec. Pasar saat ini mengantisipasi peluang pemangkasan sebesar 2.5% pada tingkat suku bunga hingga akhir tahun sebesar 50-50, perubahan yang dipicu oleh buruknya data penjualan ritel. Australian Bureau of Statistics melaporkan tingkat penjualan ritel turun sebanyak 0.5% di bulan Mei, penurunan terbesar dalam setahun dan melebihi perkiraan adanya hasil yang stabil.

Berbicara di Hobart, Stevens memberikan sinyal positif bahwa tingkat suku bunga rendah berhasil dalam menopang tingkat permintaan konsumen, pembangunan rumah, pekerjaan, dan investasi non pertambangan. "Namun sinyal ini merupakan sinyal awal,” ucap Stevens. "Masih ada sejumlah jalan yang harus ditempuh sebelum episode tersebut berakhir." Bank sentral telah mempertahankan tingkat suku bunga selama hampir 11 bulan dan terus memprediksikan outlook suku bunga lebih stabil ke depannya. Stevens menekankan bahwa RBA masih belum memikirkan waktu kenaikan suku bunga dan bahwa sementara kebijakan sangat akomodatif, RBA masih memiliki “amunisi” pada tingkat suku bunga mengingat suku bunga masih jauh di atas nol.

Salah satu alasan kecemasan ini adalah nilai tukar dollar Australia yang berada dekat rekor tingig, yang dikatakan oleh Stevens "overvalued" mengingat penurunan pada harga ekspor komomditas utama Australia. "Menurut kami investor meremehkan kemungkinan pelemahan signifikan pada dollar Australia pada titik tertentu," ucap Stevens, sembari mengatakan bahwa bank tidak berusaha melakukan intervensi verbal untuk melemahkan mata uang. Penguatan mata uang telah menekan perusahaan industri ekspor selama berbulan-bulan, memaksa dilakukan pemangkasan biaya dan jumlah pegawai di sejumlah sektor.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar