Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

RBA Tetap Buka Peluang Pemangkasan Suku Bunga

Selasa, 3 Maret 2015 11:22 WIB
Dibaca 758

Monexnews - Reserve Bank of Australia mengatakan mungkin dibutuhkan pemangkasan suku bunga lebih lanjut untuk menopang pertumbuhan setelah mempertahankan suku bunga di luar perkiraan. “Pelonggaran kebijakan lebih lanjut mungkin akan sesuai untuk kedepannya, untuk mendapatkan laju pertumbuhan yang berkelanjutan pada tingkat permintaan dan laju inflasi konsisten yang dengan target,” menurut pernyataan Gubernur RBA Glenn Stevens pada hari Selasa pasca mempertahankan suku bunga pada 2.25%. Stevens membutuhkan pelemahan nilai tukar mata uang untuk menaikkan profitabilitas dan tingkat pekerjaan pada sektor manufaktur dan jasa, agar dapat menutupi penurunan pada harga bijih besi. Mata uang "nampak masih berada di atas estimasi nilai fundamentalnya, terutama mengingat penurunan tajam pada harga komoditas utama,” ucap Stevens, kembali menegaskan komentar sebelumnya. “Kemungkinan dibutuhkan pelemahan nilai tukar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang seimbang.”

Pemangkasan suku bunga oleh RBA sebelumnya telah mendongkrak pasar sektor perumahan Australia. Proporsi lelang rumah yang sukses di Sydney mencapai di atas 80% pada akhir pekan selama 4 pekan berturut-turut, rally paling panjang dalam sejarah. Harga rumah di kota-kota terbesar Australia naik sebanyak 13.7% di bulan Februari dari setahun sebelumnya, kenaikan terbesar sejak September. “Bank sentral bekerjasama dengan regulator lainnya untuk mengakses dan mengatasi resiko yang mungkin akan muncul dari pasar sektor perumahan," ucap Stevens.
RBA nampak tidak cemas mengenai inflasi, setelah data pekan lalu menunjukkan laju pertumbuhan upah menyamai level rekor rendah. “Perekonomian nampaknya akan beroperasi dengan sejumlah kapasitas luang untuk sementara waktu,” menurut Stevens. “Dengan pertumbuhan pada biaya buruh tertahan, nampaknya laju inflasi akan tetap konsisten dengan target dalam satu atau dua tahun kedepan, meski dengan pelemahan nilai tukar mata uang.”

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar