Kamis, 19 Januari 2017

world-economy World Economy

RBNZ McDermott Tutup Peluang Kenaikan Suku Bunga

Kamis, 23 April 2015 9:51 WIB
Dibaca 1084

Monexnews - Outlook inflasi Selandia Baru masih lemah dan oleh karena itu kebijakan moneter harus tetap bersifat stimulatif, menurut Wakil Gubernur Reserve Bank of New Zealand John McDermott dalam pidato hari Kamis. Di bulan Maret, bank sentral mempertahankan suku bunga pada 3.5% dan mengatakan pergerakan selanutnya akan tergantung oleh data ekonomi. Keputusan suku bunga selanjutnya dijadwalkan hari Kamis pekan depan. McDermott mengatakan bahwa laju inflasi Selandia Baru yang berada dekat nol sebagian besar disebabkan melambatnya pemulihan ekonomi global, penguatan nilai tukar dollar lokal, dan penurunan tajam harga minyak. Statistics New Zealand pada hari Senin mengatakan bahwa indeks harga konsumen hanya naik sebesar 0.1% untuk tingkat tahunan pada kuartal pertama.

Sementara ia mengingatkan dampak dari sejumlah faktor termasuk inflasi akan terbukti sementara, ia mengatakan bahwa bank sentral saat ini tidak mempertimbangkan kenaikan suku bunga dan sebelum melakukan hal tersebut menurutnya bank sentral sebelumnya harus yakin bahwa kenaikan utilisasi kapasitas dan ketatnya pasar tenaga kerja menciptakan, atau akan menciptakan, kenaikan berarti pada laju inflasi. Selain itu, bukti melemahnya permintaan dan tekanan inflasi domestik akan membuat RBNZ mempertimbangkan untuk memangkas tingkat suku bunga, tambah McDermott. Menurutnya, bank sentral saat ini sedang memperhatikan tingkat upah dan dampaknya terhadap harga. Jika upah berada di level yang lebih rendah dari target inflasi kami, maka akan sesuai untuk pelonggaran kebijakan, ucapnya. Ia mengatakan bahwa bank sentral akan terus memantau dan menilai secara seksama data ekonomi yang akan dirilis.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar