Senin, 27 Maret 2017

world-economy  World Economy

Resiko Default Thailand Meningkat

Senin, 20 Januari 2014 21:31 WIB
Dibaca 421

Monexnews -

Risiko default Thailand karena utang, saat ini merupakan yang tertinggi sejak aksi anti-pemerintahan pada Agustus, mengakibatkan manajer keuangan termasuk Wells Fargo Inc. menarik lebih dari US$4 miliar dari saham dan obligasi Thailand sejak 31 Oktober, setelah pengunjuk rasa menghalangi jalan di Bangkok dan bentrokan menyebabkan 9 orang tewas dan 550 luka-luka.

Menurut regulator keuangan Thailand, Pacific Investment Management Co., Goldman Sachs Group Inc., dan Kokusai Asset Management CO., telah mengurangi kepemilikan saham sebelum protes anti-pemerintah meletus pada akhir Oktober lalu. Alhasil mata uang Baht berpotensi melemah dan mempengaruhi sentimen regional.

Di saat bersamaan resolusi krisis semakin meredup setelah Perdana Menteri Yingluck Shinawatra membubarkan parlemen pada Desember dan secara mendadak mengatakan pemilihan umum dilakukan pada 2 Februari. Demonstran ingin menghapus dan mengakhiri pengaruh Thaksin Shinawatra yang merupakan kakak kandung Yingluck, yang telah digulingkan oleh tentara pada 2006 silam.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar