Senin, 29 Mei 2017

world-economy  World Economy

Resiko Krisis Hutang Mencuat, Uni Eropa Mulai Pemeriksaan Anggaran

Kamis, 16 Oktober 2014 12:18 WIB
Dibaca 892

Monexnews - Uni Eropa memulai pemeriksaan selama 2 pekan terhadap rancangan anggaran pemerintah di zona euro seiring munculnya kembali mimpi buruk krisis hutang kawasan beresiko menghambat pemulihan ekonomi yang saat ini sedang berlangsung. Seiring kenaikan pada yield obligasi 10-tahunan pada negara Eropa dengan hutang paling tinggi melejit kemarin, dipimpin oleh Yunani hingga ke Portugal, Irlandia, dan Italia, Komisi Eropa memulai proses pemisahan rencana belanja tahun 2015, mencoba untuk menjinakkan apa yang berpotensi menjadi bom waktu fiskal.

“Pastinya kesuksesan atau kegagalan dalam proses ini adalah apakah Eropa dapat terhindar dari skenario seperti di Jepang, atau stagnasi sekuler," ucap Jacob Funk Kirkegaard, petinggi pada Peterson Institute. Bursa saham Eropa anjlok paling banyak dalam 3 tahun seiring aksi jual pada obligasi Yunani memicu perpecahan pada obligasi pemerintah seiring yield patokan, yang mana termasuk Jerman dan Perancis, anjlok ke rekor rendah seiring investor mencari aset yang paling aman.
Anggaran belanja Perancis dan Italia diperkirakan akan menjadi masalah terbesar bagi badan pengawas pengetatan di Uni Eropa, dikarenakan defisit anggaran Perancis diperkirakan akan mencapai targetnya dalam waktu lebih lambat 2 tahun, dan karena laju pemangkasan defisit struktural Italia lebih lambat dari yang diminta oleh komisi Eropa. “Mungkin nantinya kita dapat melaju lebih cepat,” ucap Menteri Keuangan Perancis Michel Sapin menjelang pertemuan di Luksemburg pekan ini. “Namun saat ini, dengan laju pertumbuhan setengah dari ekspektasi, dan laju inflasi yang melambat tajam, kami tidak dapat memangkas defisit kami dalam laju yang sama.”

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar