Jumat, 24 Maret 2017

world-economy  World Economy

Resiliensi Ekonomi RI Terbukti Mampu Hadapi Tantangan Eksternal dan Internal

Selasa, 28 Januari 2014 13:22 WIB
Dibaca 719

Monexnews - Resiliensi ekonomi Indonesia sudah terbukti cukup mampu menghadapi sejumlah ujian dan tantangan eksternal maupun internal. Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah mengungkapkan, kinerja perekonomian Indonesia tetap menguat meski dihadapkan sejumlah bencana alam.

Ia menguraikan, sejumlah bencana alam yang terjadi seperti gempa bumi Sumatera Barat pada 2008, erupsi Merapi dan banjir bandang Wasior pada tahun 2010, banjir bandang dan puting beliung pada 2012, hingga banjir di Manado dan Jakarta pada awal 2014. “Yang menarik adalah, meskipun sepanjang periode 2004-2013 Indonesia dihadang oleh berbagai bencana alam, namun kinerja perekonomian tetap menguat. Capaian proses pembangunan yang sudah dan sedang berjalan pada periode tersebut telah membuahkan hasil yang cukup menggembirakan, bahkan di tengah tekanan global yang terjadi di 2008 dan 2013,” kata Firmanzah pada Senin (27/1).

Pihaknya mencontohkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia terjaga positif dengan rata-rata 5,9 persen sepanjang 2009 hingga 2013. Bahkan, pertumbuhan Indonesia merupakan yang tercepat kedua diantara negara G20. Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu meraih angka 5,76 persen di tengah terjadinya gejolak pasar keuangan global.

Pada 2011, Indonesia telah masuk dalam kelompok trillion dollar club, yaitu negara yang memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) di atas 1 triliun dolar AS, dan saat ini Indonesia menempati peringkat ke-16 negara dengan PDB terbesar di dunia. Indonesia juga berhasil menekan rasio utang terhadap PDB hingga 24 persen tahun 2012, dibanding 56 peren pada tahun 2004.

Selain itu, cadangan devisa juga mengalami peningkatan dari 36 miliar dolar AS pada tahun 2004, menjadi mendekati 100 miliar dolar AS pada tahun 2013. Sementara, realisasi investasi tercatat sebesar Rp398,6 triliun atau lebih tinggi dari target Rp390 triliun. Pertumbuhan serapan tenaga kerja juga mencapai 41,9 persen, yang menandakan besarnya investasi di sektor padat karya. Selain itu, sepanjang 2010-2012, sejumlah lembaga pemeringkat internasional menaikkan posisi Indonesia ke investment grade zone dengan proyeksi stabil dan positif.(ak)

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar