Senin, 27 Maret 2017

world-economy  World Economy

Revisi APBN 2014 Ditujukan Untuk Fiskal yang Sehat

Selasa, 3 Juni 2014 13:41 WIB
Dibaca 482

Monexnews - Melihat penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia, pemerintah akan merevisi target penerimaan negara yang dituangkan dalam RAPBNP 2014. Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah, penurunan pertumbuhan ekonomi ini berpengaruh atas realisasi penerimaan sektor perpajakan di tahun 2014. Pembahasan ini akan segera dilakukan dengan DPR, agar fiskal menjadi lebih baik. Selain itu juga, ini sebagai upaya mitigasi atas perlambatan ekonomi dunia.

Sebagai kompensasi agar defisit tidak melampaui 3 persen, maka menurut Firmanzah, pengeluaran juga memerlukan penyesuaian. Untuk menjaga fiskal tetap sehat, pemerintah melakukan upaya penghematan belanja pada 86 Kementerian/Lembaga. “Melalui Instruksi Presiden (Inpres) nomor 4 Tahun 2014, ditargetkan adanya penghematan sebesar Rp100 triliun dari APBN 2014,” katanya seperti dikutip melalui laman setkab.go.id, Senin (2/6).

Selain pemotongan belanja pemerintah, ia menilai bahwa salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga subsidi energi agar sesuai dengan target awal yang telah ditetapkan. Dalam APBN 2014, subsidi BBM ditetapkan sebesar 48 juta kilo liter atau Rp210,7 triliun sementara subsidi listrik sebesar Rp71,3 triliun.

Menurut Firmanzah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah mempersiapkan langkah-langkah untuk tetap menjaga besaran subsidi, khususnya BBM, agar tidak melampui anggaran yang telah ditetapkan. (as)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

-disadur tanpa penyuntingan


(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar